Hari Ketiga, Nelayan di Buton Selatan Masih Hilang Diterjang Cuaca Tak Bersahabat
BUSEL, TRIASPOLITIKA.ID – Harapan keluarga untuk menemukan Laode Bawangi (46) masih menggantung. Nelayan asal Desa Batu Atas Liwu, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, itu hilang di perairan barat Pulau Batu Atas sejak empat hari lalu. Hingga Minggu (10/8), operasi pencarian yang memasuki hari ketiga belum membuahkan hasil.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan pencarian dimulai sejak pukul 07.15 WITA dengan membagi dua tim.
“Tim 1 terdiri dari personel Rescue Pos SAR Baubau dan potensi SAR yang menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk menyisir area seluas 84,5 mil laut persegi. Tim 2 adalah keluarga korban bersama nelayan setempat yang menggunakan longboat dengan cakupan wilayah yang sama,” ujarnya.
Cuaca di lokasi pencarian dilaporkan berawan dengan tinggi gelombang 0,5 hingga 1,25 meter, serta kecepatan angin mencapai 25 km/jam dari arah timur, menurut data BMKG.
Laode Bawangi dilaporkan hilang sejak 7 Agustus 2025, setelah berangkat melaut dari Pelabuhan Batu Atas menuju perairan barat pulau sejauh sekitar 4 mil laut.
“Biasanya korban kembali sekitar pukul 17.00 WITA. Namun, hingga laporan kami terima, korban tidak kembali. Pencarian awal oleh keluarga belum membuahkan hasil,” kata Amiruddin.
Operasi pencarian melibatkan staf operasi KPP Kendari, Pos SAR Baubau, Pos AL Baubau, Polsek Batu Atas, pemerintah desa, PMI Baubau, keluarga korban, dan para nelayan. Peralatan yang digunakan meliputi rescue car, RIB, longboat keluarga, peralatan medis, perlengkapan evakuasi, peralatan komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya.
Pencarian akan dilanjutkan dan hasil perkembangannya akan disampaikan pada operasi berikutnya.
Reporter: Azril







