Genjot Peningkatan PAD, DPRD Konsel Kunjungi Empat Daerah Sekaligus

waktu baca 2 menit
Pimpinan dan Anggota DPRD Konsel saat melakukan KAD di empat daerah, Kamis (26/08/2021). Foto: Humas DPRD Konsel

KONSEL, TP – Salah satu wujud keseriusan dalam mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) melakukan Kajian Antar Daerah (KAD) diantaranya, Kabupaten Morowali , Luwu Timur, Bone dan Konawe Utara.

Dalam kegiatan KAD tersebut, Ketua DPRD Konsel Irham Kalenggo mengatakan jika Konsel merupakan daerah kedua dengan jumlah penduduk terbanyak di Sultra serta memiliki letak geografis yang terluas di bumi anoa.

Mengenai Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) Konsel memiliki potensi ke dua hal tersebut. Namun demikian konsel masih sangat kecil PAD tak sebanding yang didapatkannya dengan potensi yang di miliki daerah. Sehingga dengan KAD di empat daerah dapat memberikan edukasi yang lebih terutama dalam hal PAD.

“Jujur saja kami masih kesulitan mencari pendapatan asli daerah, Karena konsel ini sangat dekat dengan kota provinsi, banyak pegawai yang tinggal di Kendari sehingga perputaran uang kebanyakan di Kendari, ini salah satu soal kami, olehnya kami berharap bapak ibu bisa memberikan kami referensi terkait retribusi, atau kiat-kiat yang bisa menghasilkan pendapatan daerah,” Ungkap Irham saat melakukan kunjungan di empat daerah tersebut. Kamis, (26/8/2021).

Untuk di Kabupaten Morowali, Ketua Bapemperda Kabupaten Morowali Saharudin mengatakan, terkait IMTA tenga kerja asing pemerintah Morowali telah membuat Perda sejak 2014 namun di tahun 2018 baru diberlakukan dengan tujuan dapat menghasilkan PAD.

“Ada sekitar 80 – 10 ribu pekerja asing, sehingga kami membentuk pansus yang bertugas melakukan penagihan terhadap pajak penghasil tenaga kerja asing di 2018 sampai sekarang, tapi kami tidak hanya fokus di orang asing, tapi pada retribusi lain juga,” ucapnya.

Hal itu dikuatkan Kepala Dinas Pendapatan Morowali, Harsono Lamusa, bahwa dalam melakukan upaya peningkatan PAD, Pemda dan DPRD harus bersinergi. Banyak sektor yang dapat dijadikan sumber PAD di daerah.

Untuk Morowali sendiri, pemerintah telah memungut pajak penghasilan tenaga kerja asing senilai 14 juta per orang untuk setiap tahunnya. Langka awal Penghasilan pajak dari TKA menarget 10 Milyar, tapi tembus sampai 26 Miliyar dan tahun berikutnya targetnya sekitar 70 Miliyar, namun realisasinya sampai 76 Miliyar.

“Sekarang ini PAD Morowali secara keseluruhan sudah sampai 400 Milyar pertahun. Morowali kebanjiran investor sampai kami kebingungan mau cari dimana tempat, jadi semua soal tekhnis dan sinergi DPRD dan Pemda. DPRD melindungi melalui payung hukum dan mengawasi, untuk Pemda sendiri sebagai pihak yang mengeksekusi,” tutupnya.

Reporter: Kasran