Enam Orang Penumpang KM Prisilia 88 Ketinggalan Kapal, Kapten : Beresiko jika Kembali

waktu baca 2 menit

BAUBAU, TP – Enam orang penumpang Kapal Motor (KM), Prisilia 88 tujuan Raha – Kendari terpaksa ketinggalan kapal, saat hendak berada di pelabuhan Murhum, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin, (29/3/2021).

Sejumlah penumpang itu diketahui ketinggalan kapal akibat tidak memperhatikan jadwal keberangkatan yang sebelumnya sudah diinformasikan. Para penumpang baru menyadari keberangkatan kapal, saat Kapal sudah meninggalkan pelabuhan.

Kapten Kapal KM Prisilia 88, Rajab, yang dikonfirmasi oleh Triaspolitika.id mengatakan, para penumpang yang ketinggalan kapal di pelabuhan Murhum Kota Baubau, disebabkan kelalaian penumpang sendiri, yang enggan memperhatikan jadwal keberangkatan.

Dikatakan Rajab, jadwal keberangkatan kapal telah ditentukan yaitu pada pukul 14: 00 WITA, namun terjadi keterlambatan hingga setengah jam, sehingga kapal baru berangkat pada pukul 14 : 30 Wita.

”Para penumpang yang ketinggalan kapal mencoba berteriak meminta agar kapal dimundurkan kembali, namun karena sudah lepas tali, sehingga kapal tidak bisa lagi dimundurkan,” ujar Rajab, pada Triaspolitika.id Senin, (29/3/2021).

Kata Rajab pihaknya sudah berusaha mencoba untuk kembali mengambil penumpang yang ketinggalan, namun saat hendak sandar, tiba-tiba angin kencang yang disertai ombak laut yang begitu deras menyebabkan sulitnya kapal untuk mengatur kembali kapal sandar di pelabuhan.

”Di jembatan ada kapal KM Teratai, jadi jika kami paksakan masuk, takutnya mengenai kapal tersebut. Anak Buah Kapal juga sudah disiagakan untuk melepas tali pengaman atau dapra, namun saat hendak kembali, angin deras begitu deras sihingga tidak dimungkinkan untuk kembali,” katanya.

Lebih lanjut Rajab menuturkan, jika Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) ketika kapal sudah meninggalkan pelabuhan, tidak dibolehkan lagi untuk kembali sandar. Sebab, pihak Sahabandar sudah melakukan foto keberangkatan kapal.

“Mau gimana lagi, yang jelas kami tidak bisa memaksakan keadaan. Kalau terjadi sesuatu, nanti saya yang disalahkan, resiko kedepannya bisa berdampak kepada kapal dan terlebih saya sebagai kapten kapal, saya tidak berani ambil resiko,” ujar Kapten kapal itu.

Dengan adanya kejadian tersebut Rajab menyampaikan, terhadap seluruh penumpang yang hendak berangkat dari Pelabuhan Baubau menuju Raha – Kendari agar datang satu jam sebelum jadwal keberangkatan.

”Hal ini guna mengantisipasi terjadi ketinggalan kapal atau hal lain yang merugikan diri kita sendiri,” imbuhnya.

Reporter : Ahmad