Dua Oknum TNI Bantah Terlibat Dalam Kasus Dugaan Perselingkuhan Oknum ASN di Tomia

waktu baca 2 menit

WAKATOBI, TRIASPOLITIKA.ID – Oknum TNI inisial Serka SH dan AN membantah apa yang di sampaikan oleh YT terkait keterlibatan Oknum TNI adalah tidak benar adanya.

Munurut Serka SH, apa yang disampaikan oleh YT terkait keterlibatan oknum TNI dalam memobilisasi massa itu tidak benar.

“Yang sebenarnya itu mas, saya hanya halau massa agar tidak brutal itu yang saya takutkan. Disitu ada beberapa anggota TNI, Kehadiran kami hanya mengontrol jangan sampai ada masyarakat yang brutal karena disitu semua warga kami semua, hanya mungkin mereka melihat karena ada saya disitu mereka pikir saya memobilisasi massa padahal tidak. Saya nyatakan itu tidak dan itu perbuatan dosa,” kata Serka SH kepada Triaspolitika.id pada Jumat (17/12/2021).

Sebelumnya YT mengatakan dalam berita yang di terbitkan Triaspolitika.id dengan Judul berita “Oknum ASN Diduga Selingkuh, Terciduk Istri Sah”

Menurut YT, ini diduga diblender oleh oknum TNI yang bertugas di kecamatan Tomia berinisial AN dan SH.

“Saya mengetahui hal ini, setelah ada laporan dari beberapa keluarga saya yang mengaku didatangi oleh oknum TNI berinisial AN dan SH dan menginterogasi keluarga saya supaya mengakui bahwa ada orang lain selain saya yang memukuli suami saya SF malam itu. Juga penekanan agar mengakui bahwa saya menggunakan preman bayaran, sementara yang saya bawa malam itu untuk temani saya, semuanya murni keluarga dari pihak bapak dan mama saya. Saya seorang perempuan, yang akan melalukan perjalanan di tengah malam buta dalam jarak beberapa kilometer, tentu saya harus berpikir jernih untuk minta ditemani demi mengantisipasi keselamatan nyawa saya,” ungkapnya.

Atas tindakan oknum TNI ini membuat saya sebagai warga negara yang berhak mendapatkan kenyamanan dalam proses hukum tidak menerima, karena kapasitas oknum TNI ini sebagai apa. Sejak pemukulan malam itu, kasus ini telah diserahkan ke pihak berwajib yaitu ke Polsek Tomia Timur untuk ditindaklanjuti. Siapa pun tidak berhak membuat gerakan tambahan di mana oknum TNI ini juga telah memobilisasi masyarakat untuk berkumpul di depan Kantor Polsek Tomia Timur pada hari kedua kejadian pemukulan. Sementara masih dalam proses pemeriksaan para saksi dari keluarga saya di Kantor Polsek Tomia Timur.

“Dan lagi-lagi ini membuat keluarga saya tidak nyaman dan saya sebagai warga negara atau masyarkat keberatan atas tindakan oknum TNI tersebut. Biarkanlah hukum yang menjawab, karena kasus ini sedang diproses oleh pihak yang berwenang,” imbuhnya.

Reporter: Anto

error: Content is protected !!