oleh

Dokter Bahruddin: Jika Setiap Sakit Hati Ganti Bupati, Sampai kapan Muna Maju

MUNA, TP – Dokter Bahruddin, kembali mengeluarkan stetmen dihadapan simpatisan Pasangan calon (Paslon) Rusman Emba – Bachrun, saat kampanye politik.

Dikatakannya, jika masyarakat selalu meluapkan sakit hatinya, kemudian mengatakan ganti pemimpin, maka perkembangan Kabupaten Muna bakal tertinggal.

”Masayarakat jika sakit hati selalunya mengatakan ganti rasa atau ganti Bupati. Kalau seperti ini terus, sampai kapan kabupaten Muna maju pembangunannya,” kata dr. Bahruddin dalam orasi politiknya.

Dikatakan mantan Bupati Muna itu, Rusman Emba merupakan rivalnya pada pilkada 2010 lalu. Namun kali ini ia memberikan dukungan penuh terhadap calon petahana berakronim TeRBaik.

Lebih lanjut Bahruddin menuturkan, dika sebagai mantan bupati pihaknya menyadari jika hanya satu periode tidak cukup untuk melanjutkan pembangunan di Muna.

“Saya membangun pasar sentral dan RSUD belum tuntas dimasa kepimpinan saya satu periode dan Alhamdulillah Rusman Emba melanjutkan pembangunan tersebut,” ujar selaku tokoh masyarakat di Muna, Senin (16/11/2020) di jalan Paelangkuta.

Dikatakannya, jika paslon sebelah mengritik pembangunan cukup diam saja. Sebab begitulah penantang selalu melihat kekurangan untuk melawan petahana.

Berbagai macam kritikan yang dialami, kata dia hal tersebut merupakan luapan sakit hati yang ingin ganti rasa lagi. Padahal kata Bahruddin, sesungguhnya mereka tidak terpenuhi kepentingannya, misalnya tidak dapat proyek atau jabatan, sehingga kecewa terhadap saya disebabkan mendukung lawan politiknya.

“Itu merupakan orang-orang yang tidak punya visi. Kuncinya, sebagai manusia jangan jual harga diri dan harus teguh dengan komitmen,” katanya.

Kata dia, kepemimpinan Rusman Emba tersisa satu tahun lagi. Kemudian diperhadapkan wabah COVID-19 sehingga anggaran yang sudah masuk di daerah ditarik kembali ke pusat.

“Tetapi jangan ragu, insyaallah program yang sudah direncanakan akan dilanjutkan tahun 2021,” ujarnya.

Pilkada 2017 Kabupaten Muna Barat (Mubar), dr Baharuddin telah mendukung Rajiun sebagai calon Bupati, bahkan dia telah membelakangi keponakan sendiri sebagai calon Bupati.

“Dengan harapan bisa membangun daerah Mubar, ternyata tidak amanah, tiga tahun menjabat sudah meninggalkan Mubar,” imbuhnya.

Liputan : Tim Triaspolitika

Komentar

HUKUM KRIMINAL