oleh

Ditengah Pandemi Corona, Harga Kopra di Kolaka Justru Naik

KOLAKA, TP – Petani kelapa di Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai bernafas lega dengan menyusul naiknya harga jual kopra yang kini menyentuh Rp 7.500 per kilogram dari harga sebelumnya berkisar Rp 5.500 rupiah per kilogram nya.

Siapa sangka, kenaikan harga jual kopra saat ini ternyata disebabkan pandemi covid-19. Pasalnya, ditengah wabah corona, para petani kopra diwilayah tersebut engan lagi mengolah produk turunan kelapa itu. Hal itu dikarenakan adanya intruksi pemerintah untuk tidak keluar rumah.

Hal tersebut menyebabkan para pengusaha daging kelapa yang telah dikeringkan itu menurun, akibatnya produksi minyak kelapa mentah diwilayah tersebut menjadi kurang.

Kurangnya minat petani dalam mengolah kopra menjadi alasan para pengusaha untuk menaikan harga jual kopra yang sebelumnya dibandrol seharga Rp 5.500 rupiah saja, kini dinaikan menjadi Rp 7.500 rupiah per kilo gramnya.

Pengusaha menilai, dengan menaikan harga kopra niat para petani dalam mengolah produk turunan kelapa itu bakal kembali meningkat.

Salah seorang pengusaha kopra di Kabupaten Kolaka, Hanafi mengaku, para pengusaha kopra kesulitan mencari kopra untuk di beli, sebab banyak petani yang enggan mengopra saat pandemi corona.

”Banyak petani kopra yang engan mengopra, hal itu dikarenakan pandemi saat ini,” kata Hanafi pada triaspolitika.id Minggu, (06/09/2020).

Untuk itu kata Hanafi, satu-satunya cara untuk kembali menarik perhatian para petani kopra yaitu dengan menaikan harga kopra tersebut.

Diketahui, harga kopra hitam yang sebelumnya hanya seharga Rp 5.500 rupiah per kilo gram, kini naik di persentase 40 persen atau Rp 7.500 rupiah per kilo gramnya.

Sedangkan untuk kopra putih, yang sebelumnya dibandrol seharga Rp 7.500 rupiah per kilo gramnya, menjadi naik di persentase 20 persen atau Rp 8.800 rupiah per kilo gram nya.

Kenaikan harga jual kopra saat ini, menjadikan para petani kembali mengolah produk turunan kelapa tersebut.

Reporter : Dekri

Komentar

BERITA PILIHAN