Disdikpora Konawe Gelar Pelatihan Kepemimpinan Pemuda

waktu baca 2 menit
Jahiyudin, Kadis Pendidika, Kepemudaan dan Olahraga Konawe

TRIASPOLITIKA.ID : KONAWE – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Konawe bekerja sama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mengadakan pelatihan kepemimpinan bagi Organisasi Kepemudaan (OKP) yang berlangsung di salah satu hotel di Unaaha, Selasa (21/7).

 

Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari 11 organisasi kepemudaan se-Kabupaten Konawe, dengan total peserta mencapai 100 orang. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten dari berbagai bidang, mulai dari pemerintahan hingga akademisi, guna memperkaya wawasan peserta dalam hal kepemimpinan dan kewirausahaan.

 

Beberapa narasumber yang hadir di antaranya Sekretaris Daerah Konawe, Dr. Ferdinand Sapan, Kepala Disdikpora Konawe Jahiuddin, Kepala BKPSDM Suparjo S.Kom, Akademisi Universitas Lakidende Dr. Melati, dan Ketua KNPI Konawe Ilham Saputra Jaya, SH, MH.

 

Kepala BKPSDM Konawe, Suparjo, dalam pemaparannya menekankan pentingnya berpikir di luar zona nyaman. Ia mengajak peserta untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memimpin organisasi.

 

“Pemimpin harus mampu menciptakan solusi agar organisasi tetap hidup. Kekuatan pikiran jauh lebih besar dari yang kita bayangkan, karena setiap pikiran adalah doa yang bisa menggerakkan perubahan,” ucap Suparjo di hadapan peserta.

 

Sementara itu, Ketua KNPI Konawe, Ilham Saputra Jaya, mengapresiasi dukungan dari semua pihak yang telah menyukseskan pelatihan ini. Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi momentum bagi pemuda untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah.

 

“Pelatihan ini menjadi bekal berharga bagi pemuda dalam membentuk karakter kepemimpinan dan semangat pengabdian secara sukarela untuk kemajuan daerah,” ungkap Ilham.

 

Kepala Disdikpora Konawe, Jahiuddin, dalam wawancaranya menuturkan bahwa pelatihan ini tidak hanya fokus pada aspek kepemimpinan, tetapi juga memperkenalkan konsep kewirausahaan kepada peserta.

 

“Seorang pemuda tidak hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, tapi harus bisa menjadi aktor utama pembangunan itu sendiri,” kata Jahiuddin.

 

Ia menambahkan bahwa kewirausahaan juga menjadi bagian penting dalam pelatihan ini, mengingat peran teknologi digital yang semakin besar dalam dunia usaha. Peserta dilatih untuk memanfaatkan gadget mereka secara produktif.

 

“Handphone bukan hanya untuk bermain game. Kami dorong pemuda untuk mengubahnya menjadi alat untuk membangun usaha lewat platform digital,” ujarnya.

 

Lebih jauh, Jahiuddin menekankan bahwa penguatan jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan pada pemuda diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam mengurangi angka pengangguran dengan menciptakan lapangan kerja baru.

 

“Masalah pengangguran masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah. Diharapkan melalui pelatihan ini, pemuda bisa menjadi solusi dengan membuka usaha dan menciptakan peluang kerja,” tutupnya.