Dihantam Gelombang, Dua Pemancing Hilang di Perairan Totobo Kolaka

waktu baca 2 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Sebuah perahu longboat yang membawa enam pemancing dilaporkan mengalami kecelakaan di perairan Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, pada Minggu (9/11/2025) sore.

Akibat insiden tersebut, empat orang berhasil selamat, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.

Informasi kecelakaan pertama kali diterima oleh Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari sekitar pukul 17.30 Wita, dari salah seorang korban selamat bernama Pian. Ia melaporkan bahwa longboat yang mereka tumpangi terbalik setelah dihantam gelombang tinggi.

“Dari enam orang person on board (POB), empat selamat dan dua lainnya dinyatakan hilang di sekitar perairan Totobo,” ujar Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S., dalam keterangan tertulis, Minggu malam.

Empat Selamat, Dua Masih Dicari

Berdasarkan data sementara, keempat korban selamat masing-masing bernama M. Surahman Musrin (23), M. Sabrianto (22), Aswar (22), dan Pian. Sementara dua korban lainnya, Alfito dan Andika, masih dalam pencarian (dalam pencarian/DP).

Para korban yang selamat diketahui merupakan warga Kelurahan Dawi-Dawi dan Jalan Merdeka, Kolaka. Mereka berhasil menyelamatkan diri setelah berenang ke tepi dan meminta pertolongan warga sekitar.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 Wita, ketika perahu yang mereka tumpangi dihantam gelombang di tengah perjalanan memancing.

Menindaklanjuti laporan itu, Tim Rescue Pos SAR Kolaka diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 17.45 Wita menggunakan sejumlah peralatan pencarian dan evakuasi. Jarak antara Pos SAR Kolaka dan lokasi kejadian (LKP) sekitar 6,21 mil laut (NM) atau kurang lebih 11,5 kilometer.

Adapun unsur yang terlibat dalam operasi pencarian meliputi Staf Operasi KPP Kendari, Pos SAR Kolaka, Kru RB307, Polair Kolaka, dan PMI Kolaka. Tim SAR membawa rescue car, Rigid Inflatable Boat (RIB), peralatan selam, peralatan medis dan evakuasi (Palsar), serta perlengkapan komunikasi dan keselamatan lainnya.

Berdasarkan laporan cuaca, kondisi perairan saat kejadian berawan dengan tinggi gelombang 0,5–1 meter dan kecepatan angin sekitar 6 km/jam dari arah barat.

Operasi pencarian terhadap dua korban hilang masih terus dilakukan hingga Minggu malam. “Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah proses pencarian berlangsung,” kata Amiruddin.

Reporter: A. Jamal