Diduga Dendam Pilkada, Sejumlah Tenaga Honorer Koltim Dicoret
KOLTIM, TP – Politik memang kejam. Dia tidak memandang siapa didepan maupun dibelakang. Salah langkah sejengkal, jabatan jadi taruhan. Yah itu politik diera sekarang, jangan coba-coba mendekat, apalagi mau terlibat, bisa-bisa jabatan anda digeser sama pengambil kebijakan baru. Kira-kira seperti itulah alurnya.
Salah seorang tenaga honorer contohnya, sebelum memberikan informasi, ia meminta namanya untuk tidak disebutkan.
Wanita tersebut menuturkan, jika dia baru saja kena sial dari dampak Pilkada kemarin. Namanya dicoret, tanpa alasan yang jelas. Padahal kata dia, jika merujuk pada daftar kehadiran, dia cukup disiplin, tidak pernah absen.
Alih-alih namanya justru dicoret oleh sang pimpinan. Dia belum tau pasti, ini salah satu dampak dari Pilkada kemarin atau apa, yang jelas kata dia namanya sudah dicoret.
”Bukan cuman saya, ada beberapa juga tenaga honorer dicoret namanya. Kita belum tau kenapa dicoret,” kata wanita berstatus honorer di Sekretariat Pemkab Koltim itu.
Ada banyak isu menarik yang diceritakan gadis itu saat bertemu Triaspolitika.id, mulai dari banyaknya nama tenaga honorer yang dicoret dilingkup pemerintahan, pemotongan gaji honorer, hingga belum dibayarkannya honor mereka.
Wanita itu cukup sedih, sebab namanya sudah masuk di data Base honorer daerah, kata dia datanya juga sudah pernah diminta oleh BKN melalui BKPSDM sebagai prasyaratan rekrutmen P3K. Namun harapannya untuk menjadi tenaga P3K, harus pupus ditengah jalan.
Kata dia, ia bersama rekannya berencana bertemu anggota DPRD yang saat ini berkantor di gedung rakyat. Disana mereka bakal mengadu, bagaimana nasib mereka kedepan, karena kata dia, ia sudah cukup mengabdikan diri selama beberapa tahun untuk daerah tercinta.
”Rencana kami semua mau mengaduh ke DPRD sebagai penyambung lidah kami. Harapan kami DPRD bisa memberikan solusi terbaik untuk saya sama tenaga honorer lainnya,” imbuh dia.
Editor : Dekrit







