Diduga Cabuli Pelajar, Buruh Harian Lepas di Baubau Diringkus Polisi

waktu baca 2 menit

BAUBAU, TRIASPOLITIKA.ID – Seorang pria di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara tidak bisa berkutik saat diringkus petugas kopolisian Polresta Baubau, Jumat, (21/1/2022).

LR (45) pria yang melakoni profesi sebagai buruh harian lepas ini, diringkus akibat perbuatannya yang diduga mencabuli seorang pelajar dibawa umur.

Kapolres Baubau, AKBP Erwin Pratomo membenarkan peristiwa tersebut. Erwin menjelaskan, kejadian bermula saat korban sedang tertidur pulas di kamar rumahnya, tiba-tiba pelaku LR dengan diam-diam masuk di kamar korban.

“Saat itu korban terbangun karena merasa ada orang yang meraba bagian organ vitalnya. Apalagi, keadaan kamar korban saat itu gelap. Korban kemudian mengambil handphone miliknya untuk menyalakan senter,” jelas Kapolres Baubau, Jumat, (21/1/2022).

Saat menyalakan senter handphone miliknya, korban kaget melihat wajah pelaku. Korban yang dalam keadaan takut, kemudian berteriak sembari mengusir pelaku.

”Meskipun korban berteriak, pelaku tidak melarikan diri. Pelaku justru duduk disamping ranjang termpat tidur korban,” jelasnya.

Beberapa saat kemudian, orang tua korban serta warga setempat datang masuk ke kamar korban. “Merasa keberatan dengan peristiwa itu, pihak keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut di Kantor Polres Baubau,” terangnya.

Atas laporan itu, petugas kepolisian Polres Baubau kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku LR. Saat ini, polisi tengah melakukan pemeriksaan serta mendalami kasus tersebut.

”Dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya,” kata Kapolres Baubau, AKBP Erwin Pratomo pada Triaspolitika.id.

Saat ini pelaku mendekam di Rutan Polres Baubau. Untuk mempertanggujawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 82 ayat (1) jo pasal 76E undang-undang RI No. 17 tahun 2016 ttg penetapan peraturan pemerintah pengganti undang2 No. 1 tahum 2016 ttg perubahan kedua atas undang2 No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-undang, ancaman pidana minimal 5 tahun maksimal 15 tahun.

Reporter: Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!