Didampingi Lima “Wanita Bohay”, Oknum PNS Baubau Gadai Randis di THM

waktu baca 3 menit
Kendaraan dinas yang digadai oleh KR di sala satu THM di Baubau. (Triaspoltika.id).

BAUBAU, TRIASPOLTIKA.ID – Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) inisial KR, dari salah satu instansi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara diduga menggadai kendaraan dinas (Randis), di salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) yang ada di Kota Baubau.

KR terpaksa menjaminkan motor plat merah milik pemerintah kota Baubau tersebut, lantaran tidak mampu membayar bill (tagihan) minuman, serta jasa pemandu lagu yang sempat menemaninya malam itu.

Dari keterangan manajer THM, KR didampingi lima orang wanita bohay (bodi aduhai) menemuinya untuk meminta nota agar minuman yang mereka konsumsi bersama pemandu lagu dibayarkan nanti setelah tiga hari ke depan.

“Mereka temui saya, meminta agar diberikan nota. Katanya nanti dibayar. Saya sampaikan jika kita sudah mau tutup buku tiga hari lagi. Jadi tidak bisa memberikan nota,” tutur manajer THM, Juju saat ditemui Triaspoltika.id, Selasa, (30/11/2021).

Bukti Nota dari oknum PNS.

Kata Juju, oknum PNS menemuinya saat itu menggunakan motor dinas. Juju juga mengaku tidak mengetahui instansi mana PNS tersebut bekerja.

Yang jelas kata Juju, oknum PNS tersebut berjanji bakal membayar apa yang tertera pada bill cafe. Sebagai jaminannya, oknum tersebut menyimpan motor dinas yang ia gunakan.

“Oknum tersebut berjanji bakal membayar semua tagihan dalam waktu tiga hari, sebagai jaminannya motor yang digunakan dititip di cafe kami,” ungkapnya.

Sayangnya, oknum PNS tersebut ingkar janji sesuai kesepakatan awal. Tiga hari sesuai kesepakatan justru diabaikan.

“Ini bukan tiga hari lagi, bahkan sudah hampir sebulan, oknum tersebut tak kunjung datang membayar bill tagihan,” terang Juju.

Juju kesal terhadap oknum tersebut. Menurutnya, seharusnya oknum PNS itu menemuinya dan memberikan informasi terkait tagihan bill.

“Kalau dia belum bisa bayar, paling tidak dia informasikan ke saya, biar saya tahu supaya saya bisa informasikan ke bos saya juga,” kesalnya.

Kata Juju, pihaknya sudah mencoba menghubungi kerabatnya untuk meminta nomor telepon genggam KR.

“Saya di berikan nomor handphonenya, tapi setelah saya mencoba untuk menghubunginya beberapa kali, masih saja tidak aktif,” katanya.

Merasa bingung mau mencari oknum pegawai dimana, sang manajer pun mencoba mencari tahu kepada teman, asal motor dengan Plat motor akhiran G namun masih saja tidak berhasil.

Juju pun nekat menggunakan motor dinas jenis Honda Vario dengan nomor polisi DT 3157 G sebagai kendaraan operasionalnya.

“Saya sengaja gunakan motor ini, supaya dilihat oleh pemiliknya, atau mungkin orang kenal motor ini supaya bisa menemui saya,” tutur Juju.

Guna mengetahui asal kendaraan dinas berasal dari instansi mana, Tim Triaspoltika.id kemudian bertandang ke Samsat.

“Motor ini milik pemerintah kota Baubau, di instansi Balitbang,” ujar salah seorang pegawai Samsat saat ditemui Triaspolitika.id, Rabu, (1/12/2021).

Salah seorang pegawai Balitbang Baubau yang meminta namanya tidak disebutkan membenarkan jika KR merupakan pegawai di Balitbang Baubau.

“Ia benar dia pegawai disini. Namun untuk jabatan tidak ada, dia hanya staf disini,” ujar dia saat ditemui Triaspolitika.id, Rabu, (1/12/2021).

Saat diberitahu jika motor tersebut telah digadaikan oleh KR di salah satu THM, akibat tidak mampu membayar bill tagihan karaoke hingga jasa pemandu lagu. Pegawai tersebut malah tersenyum sembari mengatakan jika motor tersebut merupakan motor milik kepala dinas.

“Motornya pak kadis yang di pake itu, dia dipinjamkan untuk gunakan sebagai kendaraan operasional administrasi persuratan,” ujar pegawai Balitbang tersebut.

Hingga saat ini kendaraan dinas yang digadai oleh KR di sala satu THM di Baubau, akibat tidak mampu membayar biaya sebesar Rp3.150 ribu kini dijadikan kendaraan operasional sang manajer THM.

Reporter: Ah/Tim

error: Content is protected !!