Desa Bola Gelar Prosesi Adat Pilumeano We’e

waktu baca 2 menit

BUSEL, TP – Bupati Buton Selatan, H. La Ode Arusani berkesempatan menghadiri acara adat Pilumeano We’e (Pembersihan air) yang diselenggarakan masyarakat Desa Bola, Kecamatan Batauga, Rabu (23/6/2021).

Acara ini turut dihadiri rombongan dari Pemerintah Provinsi Sultra yang diwakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Staf Ahli Gubernur Sultra. Selain itu, hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Buton Selatan Drs La Siambo, sejumlah kepala OPD, camat, kepala desa, parabela, tokoh masyarakat dan segenap masyarakat Desa Bola.

Acara adat tahun ini mengusung tema mewujudkan masyarakat Desa Bola yang berkarakter dalam berkebudayaan.Acara dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Generasi Muda Desa Bola tampak membersihkan sumber mata air. Foto: Istimewa

Acara adat ini bertujuan untuk membersihkan mata air Rano sebagai sumber kehidupan masyarakat Desa Bola. Acara ini rutin dilaksanakan masyarakat setempat secara turun temurun.

Dalam arahannya, Bupati Buton Selatan, H. La Ode Arusani sangat mengapresiasi masyarakat Desa Bola yang konsisten menjaga dan melestarikan adat peninggalan leluhur.

Bupati pun memanjatkan doa dan mengajak semua masyarakat agar bekerjasama untuk membangun daerah ini bersama-sama.

Staf Ahli Gubernur Sultra juga sangat mengapresiasi acara adat ini. Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Wakil Gubernur Sultra, Dr H Lukman Abunawas, SH., MH.,M.Si yang diundang dalam acara ini.

Staf ahli juga menyampaikan sejumlah pesan dari Wakil Gubernur Sultra. Salah satunya berpesan kepada masyarakat untuk melestarikan adat sepanjang bermanfaat bagi kehidupan dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

“Jadikan acara adat ini sebagai festival budaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, apalagi budaya menjadi salah satu visi pembangunan dari Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra,” katanya.

Kepala Desa Bola, La Salimuna SH menyampaikan rasa apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Bupati Buton Selatan dan rombongan Pemerintah Provinsi Sultra. Kata dia, acara ini dilaksanakan turun temurun setiap tahunnya.

Acara adat ini mengandung filosofi sosial, yakni menjaga hubungan manusia dengan sang khalik, menjaga hubungan manusia dengan alam sekitar, dan ketiga mencerminkan silaturahmi dan menjaga hubungan antar sesama manusia.(Adm)