oleh

Cabor di Kabupaten Buton Tidak Perna Menerima Dana Pembinaan dari Koni Buton Tahun 2019

BUTON,TRIASPOLITIKA.ID – Berdasarkan keterangan beberapa ketua Cabor yang tidak mau di sebutkan namanya, mengaku tidak perna menerima dana pembinaan pada tahun 2019.

Dimana dana tersebut di hibahkan oleh Pemda Buton ke KONI pada tanggal 14 februari 2019 dan ditanggal yang sama KONI Buton mencairkan dana tersebut senilai 450 Juta yang dicairkan di tanggal yang sama, yang kemudian diduga tidak jelas penggunaannya karena tidak ada laporan pertanggung jawaban dana tersebut.

“Pada prinsipnya tahun 2019 kami tidak perna menerima dana pembinaan cabor,” kata ketua Cabor yang tidak mau namanya di sebutkan kepada Triaspolitika.id saat di konfirmasi, pada Senin (13/12/2021).

Padahal berdasarkan DPA BPKAD kabupaten Buton dana 700 juta itu diperuntukan untuk pembinaan cabang-cabang olahraga. Namun, kenyataanya dalam penyerapan dana tersebut tidak sampai kecabor-cabor.

Sebelumnya beberapa LSM mempersoalkan dugaan Dana Fiktif KONI tahun 2019 senilai 700 juta rupiah.

Para pengunjuk rasa tersebut meminta Kejaksaan Negeri Buton untuk menuntaskan kasus dugaan kegiatan fiktif dana Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buton sebesar 700 juta rupiah.

Korlap aksi, La Ovan Momi mengungkapkan, tahun 2019 lalu dana Hibah dari Pemerintah daerah (Pemda) kabupaten Buton yang diberikan kepada KONI Buton sebesar 700 juta untuk pembinaan atlet yang ada dibeberapa cabang olahraga (cabor).

Dari anggaran700 juta telah dicairkan oleh Pemda kabupaten Buton ke rekening KONI Buton untuk para atlet yang menjalani pembinaan. Akan tetapi, berdasarkan keterangan dari beberapa ketua (cabor) justru tidak pernah menerima satu peserpun dari KONI untuk keperluan pembinaan atlet.

” Menurut keterangan beberapa ketua Cabor, dari dana yang dicairkan ke rekening KONI sebesar 700 juta tersebut tidak pernah diterima oleh mereka dalam melakukan pembinaan,” terang La Ovan Momi dalam orasinya.

La Ovan Momi melanjutkan, kuat dugaan dana sebesar 700 juta tersebut untuk kegiatan fiktif KONI Buton. Sehingga pihaknya juga mendesak ketua KONI untuk mengeluarkan bukti laporan pertanggung jawaban atas anggaran yang telah dicairkan itu.

“Sehingga melalui gerakan ini kami juga meminta laporan pertanggung jawaban dari Ketua KONI Buton atas pertanggung jawaban anggaran yg telah d cairkan sebesar 700 juta tersebut,” imbuhnya.

Reporter: Surfianto

BERITA PILIHAN