Bupati Kolaka Timur Bantah Kabar OTT KPK, Hadiri Rakernas NasDem di Makassar

waktu baca 2 menit

MAKASSAR, TRIASPOLITIKA.ID – Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis, membantah kabar yang menyebut dirinya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Klarifikasi itu disampaikan langsung dalam jumpa pers di Hotel Claro Makassar, Kamis (7/8), didampingi oleh Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni dan Ketua DPRD Makassar Rusdianto Lallo.

Abdul Azis menyatakan bahwa dirinya baru mengetahui kabar tersebut sekitar tiga jam sebelum jumpa pers digelar. Ia mengaku prihatin atas beredarnya informasi yang menurutnya tidak sesuai fakta.

“Dengan adanya kabar itu, keluarga dan sahabat merasa prihatin. Mereka bertanya apakah benar Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis, di-OTT. Alhamdulillah, saat ini saya berada di samping Kakanda Ahmad Sahroni dalam kondisi baik dan siap untuk menghadiri Rakernas Partai NasDem,” ujar Azis di hadapan wartawan.

Lebih lanjut, Azis menegaskan bahwa dirinya menghormati segala proses hukum yang dilakukan oleh aparat penegak hukum, termasuk KPK. Ia menyatakan kesiapannya untuk patuh apabila memang terdapat proses hukum yang berjalan.

“Jika ada proses yang dilakukan oleh penegak hukum, kami sebagai kader NasDem siap taat dan patuh terhadap apa yang dilakukan oleh penegak hukum,” tambahnya.

Sementara itu, Ahmad Sahroni membantah kabar bahwa Abdul Azis terjaring OTT KPK. Ia memastikan bahwa Bupati Kolaka Timur hadir mengikuti Rakernas Partai NasDem di Makassar.

“Yang bersangkutan ada di sebelah saya, dalam kondisi sehat dan mengikuti Rakernas. Jadi informasi tersebut tidak benar,” tegas Sahroni.

Sahroni mengaku sempat terkejut saat pertama kali menerima kabar tersebut. Ia yang baru tiba di Makassar pada Kamis siang langsung mencari informasi dan memastikan keberadaan Abdul Azis.

Sebelumnya, sejumlah ruangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur, termasuk ruang kerja Bupati, disebut telah disegel oleh KPK. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi dari KPK terkait penyegelan tersebut maupun dugaan OTT yang beredar.

Reporter: Andi Rida

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *