Antara KSK dan ARS Kandidat Kuat Cagub Sultra, Keputusan di Tangan Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan

waktu baca 2 menit
Abdurrahman Saleh (kiri) Kery Saiful Konggoasa (kanan)

KENDARI, TRIASPOLITIKA.ID – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW-PAN) Sultra menggelar Rakerda dan Rakerwil, Sabtu (20/8/2022). Acara tersebut dihadiri segenap pengurus DPW dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN kabupaten/kota se-Sultra.

 

Dalam pertemuan itu, di bahas kandidat kuat yang akan di usung DPD PAN pada pemilihan calon gubernur (Cagub) Sultra, salah satu nama yang di usung yakni Abdurahman Saleh yang merupakan ketua DPW PAN Sultra.

 

Ia juga mendapat mayoritas dukungan dari DPD PAN untuk maju sebagai kandidat Cagub Sultra mendatang.

 

Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekretaris DPD PAN Konawe, Asdar angkat bicara. Ia mengungkapkan, ada banyak agenda dalam Rakerda dan Rakerwil tersebut. Antara lain, laporan kinerja verifikasi partai, pencalegan DPRD, rekrutmen saksi, realisasi program kerja, pembahasan terkait koalisi Indonesia bersatu, hingga usulan Capres dan Cawapres.

 

“Adapun perihal adanya usulan terkait calon yang akan diusung di Pilgub itu masuk dalam pembahasan pada agenda lain yang dianggap perlu,” ujarnya via telepon, Sabtu (20/8/2022).

 

Terkait usulan Cagub yang katanya telah diberikan kepada ARS, ia membenarkan jika pembicaraan terkait saat rapat berlangsung. Katanya, memang mayoritas DPD PAN ada yang mengusulkan ARS. Akan tetapi, ada juga DPD yang menyerahkan persoalan tersebut ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN dalam hal ini menunggu keputusan Ketua Umum, Zulkifli Hasan.

 

Menurut Asdar, hal itu tidak seharusnya jadi polemik. Sebab, baik KSK maupun ARS adalah sama-sama kader PAN. ARS merupakan Ketua DPW PAN Sultra saat ini. Sementara KSK merupakan mantan Ketua DPD PAN Konawe dua periode dan saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Partai Wilayah (MPPW) DPW PAN Sultra.

 

Asdar berpendapat, usulan yang muncul saat rapat bukanlah keputusan akhir. Semuanya, akan ditentukan Ketua Umum (Ketum) PAN, Zulkifli Hasan. Tentu kata Asdar, ada banyak pertimbangan jika akan mendorong kader ke Pilgub Sultra.

 

“Indikator dari Ketum itu biasanya, dia harus kader PAN. Kemudian, surveinya harus tinggi. Usulan dari daerah itu bukan jaminan untuk dapat rekomendasi Ketum. Intinya untuk Pilgub kami serahkan ke Ketum PAN, karena itu hak prerogatifnya nanti,” terangnya.

 

Asdar menambahkan, saat ini partai tengah fokus untuk pencalegan. Kata dia, percuma bicara Pilgub atau Pilkada kalau, kursi di DPRD itu sedikit. Menurutnya, PAN harus kembali menjadi pemenang dan merebut banyak kursi di DPRD Provinsi dan juga daerah.