ANTAM Bagikan Dividen Rp5,04 Triliun, Catat Kinerja Keuangan Tertinggi Sepanjang Sejarah

waktu baca 3 menit

JAKARTA, TRIASPOLITIKA ID – PT ANTAM Tbk mencatatkan kinerja keuangan terbaik sepanjang sejarah perusahaan pada tahun buku 2025.

Atas capaian tersebut, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Rabu (10/6), menyetujui pembagian dividen sebesar Rp5,04 triliun atau setara 70% dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Keputusan tersebut menjadi salah satu agenda utama RUPST selain perubahan susunan pengurus perusahaan serta persetujuan penugasan strategis dari pemerintah untuk mempercepat hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.

Direktur Utama PT ANTAM, Untung Budiharto, mengatakan tahun 2025 menjadi momentum penting bagi perusahaan di tengah dinamika pasar komoditas global yang masih berfluktuasi.

Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp84,64 triliun atau tumbuh 22% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih tahun berjalan melonjak hingga 106% secara tahunan menjadi Rp7,92 triliun.

“Capaian ini mencerminkan kuatnya fundamental bisnis, efektivitas strategi yang dijalankan secara disiplin, serta komitmen seluruh insan ANTAM dalam mengoptimalkan potensi sumber daya mineral nasional,” ujar Untung dalam keterangan resminya.

Dari total laba bersih tersebut, sebesar 30% atau Rp2,16 triliun ditetapkan sebagai saldo laba ditahan. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha, memperkuat struktur keuangan perusahaan, serta membiayai berbagai proyek strategis yang tengah dan akan dijalankan.

Selain menyetujui penggunaan laba bersih, pemegang saham juga memberikan persetujuan atas penugasan strategis pemerintah kepada ANTAM dalam mendukung agenda hilirisasi nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Dalam penugasan tersebut, ANTAM akan berperan dalam pengembangan industri baterai kendaraan listrik secara terintegrasi, mulai dari sektor pertambangan, pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian nikel, produksi prekursor dan katoda, manufaktur sel baterai, hingga pengembangan fasilitas daur ulang baterai.

Proyek tersebut akan dijalankan melalui kerja sama antara ANTAM dan PT Industri Baterai Indonesia (IBI) bersama HYD Investment Limited. Konsorsium HYD terdiri atas Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd., EVE Energy Co., Ltd., dan PT Daaz Bara Lestari Tbk.

Manajemen menilai proyek tersebut akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri kendaraan listrik sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral nasional.

RUPST juga menyetujui perubahan susunan dewan komisaris dan direksi sebagai bagian dari penguatan organisasi untuk menghadapi tantangan bisnis ke depan.

Dalam jajaran Dewan Komisaris, pemegang saham mengangkat Aryanto Wibowo sebagai komisaris baru. Sementara pada jajaran direksi, Arini Kasmira dipercaya mengemban jabatan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

Selain itu, ANTAM membentuk nomenklatur baru Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir yang dijabat I Dewa Bagus Sugata Wirantaya guna memperkuat fokus perusahaan dalam menjalankan agenda hilirisasi nasional.

Adapun susunan terbaru Dewan Komisaris ANTAM terdiri atas Komisaris Utama Irwandy Arif, Komisaris Elen Setiadi, Rudy Sufahriadi, Aryanto Wibowo, serta Komisaris Independen Ridwan dan Pius Lustrilanang.

Sementara susunan Direksi meliputi Direktur Utama Untung Budiharto, Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir I Dewa Bagus Sugata Wirantaya, Direktur Pengelolaan Sumber Daya Mineral Hartono, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Arini Kasmira, Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Korporasi Ratih Dewihandajani Lindawardhani Amri, serta Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha dan Komersial Handi Sutanto.

Manajemen ANTAM menegaskan bahwa dengan fundamental bisnis yang semakin kuat dan dukungan kepengurusan baru, perseroan akan terus mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh kegiatan operasional guna menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham maupun masyarakat.

  • Reporter: A. Jamal