Andi Merya Nur Jalani Sidang Perdana di PN Kendari

waktu baca 2 menit
Andi Merya Nur menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Kelas IIA Kendari.

KENDARI, TRIASPOLITIKA.ID – Bupati Kolaka Timur (Koltim) nonaktif Andi Merya Nur menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Kelas IIA Kendari, Selasa (25/1/2022) hari ini.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, digelar di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN).

Saat pembacaan dakwaan oleh Ketua Tim JPU Agus Prasetya Raharja menyebut, Andi Merya Nur atau terdakwa merupakan penyelenggara negara atau Bupati Kolaka Timur pada periode 2021-2026.

”Terdakwa melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa, sehingga dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut. Terdakwa menerima hadiah atau janji dari Kepala BPBD Koltim, Anzarullah,” ujar Agus, saat membaca dakwaan.

Kata Agus, hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya.

”Anzarullah meminta Andi Merya Nur agar pekerjaan jasa konsultasi perencanaan pekerjaan pembangunan dua unit jembatan dan seratus rumah di dikerjakan oleh dirinya,” jelasnya.

Lanjut Agus, apabila Andi Merya Nur menyepakati permintaan Anzarullah, akan ada hadiah sebesar 30 persen atau senilai Rp250 juta.

”Dari total nilai anggaran Rp889 juta, pada kurun waktu bulan September 2021 yang akan diberikan kepada Andi Merya Nur,” ungkapnya.

Sebagai seorang Bupati kata Agus, Andi Merya Nur seharusnya tidak boleh menerima tawaran hadiah yang diberikan oleh anak buahnya, sebagaimana tertuang dalam pasal 67 huruf e dan pasal 76 ayat 1 huruf a dan e Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah serta pasal 5 angka 4 dan angka 6 UU Nomor 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi.

“Perbuatan Andi Merya Nur adalah bagian dari tindak pidana korupsi. Andi Merya Nur diduga telah menyalagunakan jabatannya sebagai seorang bupati yang telah berani memanfaatkan kekuasaanya untuk kepentingan pribadinya,” terangnya.

Andi Merya Nur yang diwawancarai awak media enggan berkomentar banyak. “Nanti kuasa hukum saya yang jawab semua pertanyaan,” singkat Andi Merya Nur, sembari meninggalkan ruangan sidang.

Sementara itu Kuasa Hukum Andi Merya Nur, Afiruddin mengatakan, pihaknya akan menjawab semua dakwaan dari JPU. Namun, pihaknya ingin mempelajari lebih awal subtansi dan meterinya.

“Kita akan pelajari dulu materinya, nanti kita sampaikan,” pungkasnya Kuasa Hukum Andi Merya Nur.

Reporter: Mad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!