ALPDEM : Polres Baubau Harus Proses Hukum Oknum Pemalsu Dokumen Negara
BAUBAU, TP – Kejadian tangkap tangan 26 penumpang KM Sinabung asal Kota Baubau usai pemeriksaan dokumen Hasil Tes Genose C19 dan Dokumen vaksinasi yang dinyatakan palsu oleh Petugas Gugus Tugas di Pelabuhan Yos Sudarso, Kota Sorong menyisakan banyak pertanyaan.
Peristiwa diketahui setelah video rekaman berdurasi 2 menit 50 detik berhasil tersebar di Sosial Media (Sosmed) bernama Papua Chanel pada Selasa, (27/07/2021).
Terkait hal ini, Aliansi Pemuda Demokrasi (ALPDEM) Kota Baubau kecam oknum dan instansi terkait yang bertanggung jawab.
“Begitu miris dokumen negara yang ternyata palsu bisa lolos Pemeriksaan di Pelabuhan Murhum Kota Baubau,” ujarnya.
Disisi lain ALPDEM juga menyinggung kinerja Polres Baubau yang sepatutnya lebih dahulu mengetahui kejahatan ini. Pasalnya, seperti Polsek KP3 dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sebagai instansi yang bertugas memeriksa dan memvalidasi tentang dokumen keberangkatan (Tes Genose19 dan Surat Vaksinasi) selalu menjalin koordinasi dengan pihak Polres Baubau.
“Kami nilai Polres Baubau, KP3 dan KKP Pelabuhan Murhum lengah atas lolosnya dokumen palsu ini, apalagi dokumen yang di pakai oleh penumpang telah melewati proses validasi oleh petugas terkait,” tegasnya.
Bahkan dalam video tersebut, lebih jauh kata dia juga disebut-sebut dalang (oknum,red) pemalsu dokumen negara berinisial AR.
“Kami duga kejahatan ini bentuk tindakan yang terorganisir, seharusnya Polres Baubau sudah menggelar konferensi pers, karena ini menyangkut pemalsuan dokumen negara, dokumen penting bagi setiap warga negara (masyarakat, red) setiap melakukan aktivitas ataupun perjalanan antar Daerah atau antar Provinsi,” beber dia.
Diketahui, sebelumnya telah dikeluarkan nya Surat Telegram Kapolri bernomor ST/1251/VI/HUK.7.1/2021 tanggal 15 Juni 2021 tentang perintah Kapolri kepada jajarannya di seluruh wilayah Hukum NKRI untuk melaksanakan Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD) mulai dari tindakan Premanisme sampai Pungutan Liar (Pungli) guna akselerasi pemulihan ekonomi.
Ketua ALPDEM sangat menyayangkan kejadian tersebut terjadi di Negeri Khalifatul Khamis ini. Bukan tanpa sebab, kata dia ini merupakan preseden yang cukup menghawatirkan ditengah bencana nasional seperti Pandemi Covid-19 ini malah makin mencuat nya tindakan-tindakan yang melawan hukum.
“Olehnya daripada itu, Maka kami mendesak polres Baubau mengusut tuntas untuk secepatnya melakukan penyelidikan dan membongkar jika ada mafia ditengah Pandemi Covid-19 ini,” tandasnya.
Reporter: Atul W







