Aliansi Gerak Sultra Sebut, Proyek Jalan Hauling tidak Sesuai Spesifikasi

waktu baca 2 menit
Ketua Aliansi Gerak Sultra Aljan.

KONAWE, TRIASPOLITIKA.ID – Aliansi Gerak Sultra menuding proyek jalan hauling yang dikerjakan oleh PT. Hutama Karya (HK), di wilayah kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Ameroro, Konawe, Sulawesi Tenggara, tidak sesuai spesifikasi.

Menurut Gerak Sultra, pengerjaan jalan beton harus memperhatikan beberapa kriteria lapisan struktur jalan.

”Seperti lapisan dasar harus menggunakan tanah timbunan, bukan tanah lempung yang di lapis. Kemudian menggunakan material pasir batu (sirtu). Sedangkan pada lapisan ketiga, harus menggunakan beton ramping (Lean Concrete) yang berfungi sebagai penyerap air dari material campuran beton dan pembetonan,” jelas Ketua Aliansi Gerak Sultra Aljan, Kamis (31/03/2022).

Dugaan dia, dari empat kriteria pengerjaan, dua item diduga mal konstruksi atau tidak sesuai spesifikasi, diantaranya timbunan dasar tanah dan material yang digunakan.

“Yang pertama itu lapisan bawahnya tidak dikerjakan pihak kontraktor, Artinya, jika lapisan bawah beton tidak dikerjakan, maka kualitas pekerjaan tidak bertahan lama,” jelas Aljan.

Lanjut Aljan, kemudian material yang digunakan harus pasir batu (sirtu), bukan material hasil kupasan gunung seperti yang mereka gunakan saat ini.

”Ini juga kami duga digunakan tanpa uji lab terlebih dahulu,” ungkapnya.

Sambung Dia, masalah ini telah di sampaikan melalui aksi pada senin 28/03/2022 lalu, namun pihak kontraktor enggan bertemu.

“Makanya kenapa kita lakukan demo karena kita ingin berdiskusi langsung meminta klarifikasi, oleh pihak perusahaan kalau memang itu sudah sesuai standar sini kita diskusi,” ucapnya.

Terakhir menurut Aljan, keberadaan Proyek strategis Nasional sangat tidak memberikan dampak pada Pemasukan Asli Daerah (PAD). Sebab material yang digunakan berasal dari cutingan proyek.

“Kehadiran PSN ini seharusnya memberikan dampak yang baik pada PAD Konawe, seperti pada pajak dari pembelian material tambang galian C. Jadi jika yang digunakan tanah cutingan hasil buangan proyek, yah jelas PAD tidak ada,” ujarnya.

Reporter: Utha

error: Content is protected !!