Akib Ras: PBSI Konawe Masih Sah, Tidak Ada Alasan untuk Karateker

waktu baca 2 menit
Ketua PBSI Konawe, Muh Akib Ras bersama Apriyani Rahayu

TRIASPOLITIKA.ID: KONAWE – Konflik internal terus membayangi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulawesi Tenggara (Sultra). Ketegangan ini semakin meningkat usai digelarnya Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub), yang berbuntut pada penunjukan sejumlah karateker di pengurus PBSI kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Konawe, secara sepihak.

Ketua PBSI Konawe, Drs. H. Muh. Akib Ras, M.Si., menyampaikan keberatannya atas langkah PBSI Sultra yang menunjuk karateker untuk menggantikan pengurus resmi yang sebelumnya terpilih melalui Musyawarah Daerah (Musda). Ia menilai keputusan tersebut tidak menghormati legitimasi kepengurusan yang masih berjalan.

Keputusan ini diketahui melalui surat yang ditandatangani oleh Ketua Karateker PBSI Konawe, Rusli, ST, dan Sekretaris Karateker Abdul Rahim Sya’ban, SKM., M.Sc. Surat tersebut mengundang para pemangku kepentingan untuk menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) PBSI Kabupaten Konawe periode 2025–2029, yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 30 Desember 2024, di JR Resto Tepi Sawah dan Pemancingan Desa Kasipute, Kecamatan Wawotobi, Konawe.

Dalam surat bernomor /PBSI-KONAWE/XII/2024, disebutkan bahwa Mubes dilakukan dengan alasan berakhirnya masa bakti pengurus periode 2020–2024. Pernyataan ini langsung ditentang oleh Akib yang menegaskan bahwa kepengurusannya masih sah sesuai hasil Musda yang digelar sebelumnya.

“Langkah ini menunjukkan kesewenang-wenangan. Musda yang menetapkan saya sebagai Ketua PBSI Konawe dilakukan secara resmi dan sah. Bagaimana mungkin pengurus provinsi yang belum dilantik bisa mengambil tindakan sepihak dengan menunjuk karateker?” tegas Akib.

Ia juga mengkritik keras PBSI Sultra karena tidak melakukan koordinasi dengan pihaknya sebelum menggelar musyawarah di Konawe. “Kami, sebagai pengurus resmi yang telah berkontribusi dalam membina atlet seperti Apriyani Rahayu, peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, sama sekali tidak dilibatkan. Ini sangat tidak menghargai kerja keras kami,” ucapnya.

Akib berencana membawa masalah ini ke PBSI Pusat. “Kami akan melapor ke PBSI Pusat agar tindakan seperti ini tidak terjadi lagi. Keputusan seperti ini dapat merusak pembinaan atlet di daerah,” pungkasnya.

Saat ini, PBSI Sultra dipimpin oleh Dr. LM Bariun. Hingga berita ini diturunkan, konflik ini dinilai berpotensi menghambat pembinaan bulu tangkis di Sultra, terutama di Kabupaten Konawe, yang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil atlet berbakat.