Airlangga Yakin Pelemahan Rupiah dan IHSG Hanya Sementara
JAKARTA, TRIASPOLITIKA.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto angkat bicara terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai pergantian Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa.
Airlangga meyakini kondisi tersebut hanya bersifat sementara. “Ini kan temporary (sementara),” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/9).
Ia optimistis nilai tukar rupiah dan IHSG akan kembali stabil dalam beberapa hari ke depan, dengan catatan fundamental ekonomi tetap terjaga. “Pertama fundamental kuat, berarti ini kan masalahnya sentimen. Jadi kalau masalah sentimen tentu bisa berbalik dengan kebijakan pemerintah. Ini mirip pada saat Danantara diluncurkan, sempat turun sebentar kemudian naik lagi,” jelasnya.
Airlangga juga menepis kekhawatiran bahwa pergantian Menteri Keuangan akan memengaruhi stabilitas ekonomi nasional. Menurutnya, pergantian menteri merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. “Saya rasa itu prerogatif Pak Presiden. Jadi tidak ada kekhawatiran. Seluruhnya bekerja untuk Merah Putih,” ujarnya.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 1,78 persen ke posisi 7.628,60 pada perdagangan Selasa (9/9). Indeks LQ45 ikut terkoreksi 1,74 persen ke 769,92. Dari 11 sektor saham, mayoritas tertekan, dengan sektor teknologi mencatat pelemahan terbesar yakni 1,86 persen.
Sementara itu, rupiah terpantau melemah di kisaran Rp16.465 hingga Rp16.493 per dolar AS.
Dalam riset Kiwoom Sekuritas Indonesia disebutkan, pelemahan IHSG dipicu kehati-hatian pasar menilai kedisiplinan fiskal pasca-reshuffle kabinet, khususnya setelah penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani.







