51 Wartawan di Sultra Ikut Uji Kompetensi Dewan Pers

waktu baca 2 menit
Ketua PWI Sultra , Sarjono saat memberikan sambutan di pembukaan UKW yang diselenggaran oleh Dewan Pers

KENDARI, TRIASPOLITIKA.ID – 51 Wartawan yang bekerja diberbagai perusahan pers, baik media Cetak, media Televisi maupun media Online mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) yang diselenggarakan Dewan Pers, PWI, IJTI dan Solopos, di Kendari pada Kamis, (16/06/2022).

Uji kompetensi ini, merupakan kali ke dua di tahun 2022 yang dilaksanakan di Sultra. Kegiatan tersebut dihadiri anggota Dewan Pers.

Anggota Dewan Pers Admaji Sapto Anggoro menuturkan, uji kompetensi merupakan program kerja dari Dewan Pers dalam rangka melindungi dan meningkatkan kecerdasan pers berdasarkan prinsip prinsip hukum dan Hak Azasi Manusia.

Kata dia, tantangan kedepan Dewan Pers makin berat dalam memajukan pers, untuk itu perlu dilakukan uji kompetensi wartawan atau jurnalis.

“tahun ini, target Dewan Pers 1.700 wartawan yang kompeten atau bersertifikat. Saat ini sudah mencapai 50 persen yang terealisasi dengan dilaksanakan UKW di sejumlah Provinsi,” jelas Admaji Sapto di Kendari, Kamis, (16/06/2022).

Peserta Uji Kompetensi Wartawan

Kata Admaji, peran pers dalam rangka menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Tahun 2024 mendatang sangat penting.

untuk itu, melalui UKW atau UKJ ini dapat melahirkan wartawan yang kompeten dalam membuat dan memuat berita yang berkualitas.

“Produk berita yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi bahan bacaan yang berimbang dan memberikan edukasi kepada pembaca. Termasuk seluruh peserta Pemilu yang melaksanakan pesta demokrasi yang aman,” katanya.

Anggota Dewan Pers Periode 2022-2027 ini menyatakan, tujuan dari pelaksanaan UKW dalam rangka meminimalisir pelanggaran atau laporan masyarakat terkait berita atau bacaan yang disajikan oleh perusahaan media melalui karya wartawan.

“Tahun ini sudah ada 317 pengaduan wartawan terkait dugaan pelanggaran kode etik, dugaan pelanggaran ITE dan pelanggaran lainnya.

Untuk itu, melalui Uji kompetensi diharapkan pelanggaran atau dugaan tindak pidana menurun atau tidak lagi ada,” sambungnya.

Reporter: Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!