Warga Desa Anggoro Minta Normalisasi Sungai Terealisasi, Warga: Kalau Bisa Setengahnya Saja Dulu
TRIASPOLITIKA.ID : KONAWE – Pemerintah Desa Anggoro, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, berharap proyek normalisasi Sungai Anggoro dapat segera direalisasikan tahun ini.
Mengingat akan memasuki musim penghujan di akhir tahun, langkah normalisasi sungai ini dapat mengantisipasi banjir tahunan yang setiap musim hujan merendam permukiman dan lahan pertanian warga.
Kepala Desa Anggoro, Ruslan, mengatakan masyarakat telah lama mengeluhkan banjir yang setiap tahun dirasakan warganya. Debit air yang tidak mampu di tampung Sungai Anggoro berakhir meluap dan merendam desanya.
Dampak banjir yang sering terjadi ini membawa kerugian warga Anggoro, terutama gagalnya panen akibat lahan pertanian terendam berhari-hari.
Dari delapan kilometer sungai Anggoro yang melintas desa Anggoro, warga berharap agar dapat di kerjakan stengehnya dari total panjang yang di tinjau BWS IV tahun ini.
“BWS IV sudah meninjau lokasi sepanjang delapan kilometer. Kalau memang anggaran menjadi kendala, kami berharap setidaknya setengah saja dulu dikerjakan. Yang penting banjir bisa berkurang dan sawah warga tidak tenggelam seluruhnya,” harap Ruslan.
Menurut Ruslan, lahan persawahan di Desa Anggoro mencapai 408 hektare. Jika digabung dengan hamparan sawah di desa tetangga yang berbatasan langsung, totalnya mencapai 1.000 hektare. Seluruh wilayah ini rawan banjir setiap musim hujan.
Untuk itu, normalisasi sungai menjadi solusi utama warga karena dampak banjir bisa mengurangi kerugian materi terutama hasil panen warga.
Makanya, Ruslan dan warga desa berharap kepada pemegang kebijakan untuk melihat kondisi di Anggoro yang sering terkena banjir sejak 2019.
Ia juga menyampaikan, BWS masih intens menghubunginya terkait normalisasi ini.
“Informasi dari BWS, usulan normalisasi masih dalam tahap pengajuan anggaran. Saya harap tahun ini bisa di kerja bahkan jika pengerjaan harus dilakukan bertahap,” ujar Ruslan







