Warga Bungguoso Unjukrasa, Minta Polisi usut Mafia Tanah di Dawi-dawi

waktu baca 2 menit
Ilustrasi

KONAWE, TRIASPOLITIKA.ID – Ratusan warga yang tergabung dalam kerukunan Keluarga Bungguosu, Kabupaten Konawe, berunjuk rasa di depan Kantor Polres Konawe, Senin (24/01/2022).

Massa menuntut kepolisian agar mengusut kasus mafia tanah yang berada di lahan II Bungguosu seluas 150,2 Ha.

Lahan tersebut diduga telah di sertifikat kan oleh mantan camat Wonggeduku sekitar 60 persen dari luas lahan yang ada.

“Kami meminta kepolisian untuk mengusut secara transparan tanpa pandang bulu, kasus mafia lahan milik warga yang ada di lokasi lahan II Bungguoso,” ujar Sumantri.

Sumantri menceritakan, pada tahun 1976, pemerintah kala itu memberikan kuasa terhadap 86 Kepala Keluaraga dengan luas lahan 150.2 Ha.

Lokasi yang terletak di Desa Dawi-dawi siap diolah. Namun pada tahun 2000, lokasi tersebut terkena dampak bencana banjir, sehingga masyarakat kuasa lahan memilih untuk menghentikan mengolah lokasi tersebut.

Lanjut Sumantri, kala itu Asnadin menjabat sebagai camat Wonggeduku sedangkan Amrin menjabat sebagai pelaksana di Desa Dawi-dawi. Keduanya kemudian mengeluarkan rekomendasi yang diduga untuk mensertifikatkan lahan tersebut.

”Untuk itu kami meminta polisi untuk mengusut kasus tersebut tanpa pandang bulu,” pungkas Sumatri dalam orasinya.

Kapolres Konawe, AKBP Wasis Santoso melalui Kasat Reskrim Polres Konawe AKP Moch Jakub Nursagli Kamaru berjanji akan menindak lanjuti aspirasi dari aliansi kerukunan keluarga Bungguosu secara netral.

“Terkait permasalahan ini, kami akan netral dan profesional menyelesaikannya,” jelas Kasat Reskrim Polres Konawe, AKP Moch Jakub Nursagli Kamaru.

Untuk diketahui, persoalan tersebut juga telah ditanggapi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Konawe pada tanggal 4 November 2001 lalu.

BPN melakukan investigasi dengan bernomor IP. 02.04/632-74.02/XI/2021, namun hasil yang dikeluarkan BPN Konawe tidak sesuai dengan apa yang menjadi tuntutan masyarakat saat ini.

Reporter: Utha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!