USN Kolaka Buka Prodi Gizi, Jawab Tantangan Kesehatan di Wilayah Pertambangan

waktu baca 2 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan daerah dan nasional.

Melalui Fakultas Sains dan Teknologi, USN Kolaka resmi membuka Program Studi Sarjana (S1) Gizi sebagai program studi baru yang lahir dari analisis kebutuhan riil masyarakat, khususnya di wilayah pertambangan Sulawesi Tenggara.

Salah satu dosen Prodi Gizi USN Kolaka, Rosmiati, SKM., M.Kes, menjelaskan bahwa Kabupaten Kolaka merupakan wilayah strategis pertambangan yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Namun, di balik dampak ekonomi tersebut, muncul tantangan serius di bidang kesehatan masyarakat.

“Aktivitas pertambangan yang padat berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti heat stress, dehidrasi kronik, kelelahan, hingga gangguan kardiovaskular, yang erat kaitannya dengan status gizi pekerja,” ujarnya.

Menurut Rosmiati, kehadiran Prodi Gizi USN Kolaka dirancang dengan pendekatan gizi terapan dan kontekstual, sehingga mampu menjawab kebutuhan lokal sekaligus mendukung program prioritas nasional, seperti percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Pembukaan program studi ini juga didasarkan pada analisis kebutuhan sumber daya manusia sektor kesehatan yang menunjukkan masih terbatasnya distribusi tenaga gizi, terutama yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan kerja dan gizi industri.

“Lulusan Prodi Gizi USN Kolaka diharapkan mampu berperan sebagai tenaga gizi profesional di fasilitas kesehatan, industri, kawasan pertambangan, serta menjadi penggerak edukasi gizi di tengah masyarakat,” tambahnya.

Dengan dibukanya Program Studi Sarjana Gizi, USN Kolaka menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan, berdampak, dan berorientasi pada kebutuhan wilayah.

Prodi ini diharapkan menjadi solusi strategis dalam mencetak ahli gizi yang unggul secara akademik sekaligus adaptif terhadap tantangan kesehatan masyarakat modern.

  • Editor: Dekri