Unras Perdana, HMI Bersitegang Di Kantor Walikota Baubau. Korlap: Selanjutnya Massa Akan Lebih Banyak

waktu baca 3 menit
Bersitegang massa aksi dengan Satpol-PP, terlihat salah seorang kader HMI menggangkat Atribut (Gordon HMI), akibat dirusak salah satu oknum Satpol-PP. Foto: Atul W/Triaspolitika.id

BAUBAU, TP – Puluhan massa aksi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Baubau terlihat melakukan unjuk rasa (unras) dibeberapa titik lokasi di Kota Baubau, yang menyoal isu nasional dibawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo dan mengangkat isu-isu hangat yang ada di daerah. Jum’at, (6/8/2021).

Hal ini sesuai perintah Pengurus Besar (PB) HMI melalui surat intrusi bernomor 144/A/Sek/12/1442 terkait  gerakan aksi demonstrasi diseluruh Cabang HMI se-Indonesia.

Koordinator Lapangan (Korlap), Arif Rahman mengaku bahwa aksi ini murni dilakukan para kader-kader HMI Cabang Baubau, “Sesuai instruksi PB atas polemik bangsa Indonesia saat ini,” katanya.

“Kalau untuk isu daerah yang kami angkat itu ada beberapa, seperti terjadinya pemecatan pekerja di Dinas Lingkungan Hidup tanpa sebab, terus kami juga minta oknum lain yang diduga kuat terlibat dalam operandi pemalsuan dokumen Covid-19 segera diproses,” paparnya.

Suasana hearing antara massa aksi dengan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Murhum Kota Baubau. Foto: Atul W/Triaspolitika.id

“Terakhir kami juga menolak keras penolakan mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), karena kami nilai ini hanya sebatas kebijakan yang tidak memiliki solusi penyelesaian,” imbuhnya Arif.

Massa sempat memanas, dipicu saat massa hendak masuk kedalam Kantor Walikota Baubau, bersitegang pun muncul saat aksi saling dorong dengan Satpol PP yang berjaga, mengakibatkan salah satu massa tersungkur jatuh dan salah satu atribut HMI Gordon rusak akibat tertarik oleh salah satu oknum Pol-PP.

Pun diketahui, bersitegang ini akibat massa kesal karena belum ada satupun pejabat pemerintah yang menerima aspirasi mereka, meski waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 wita.

Tak lama suasana kembali kondusif, setelah Sekretaris Daerah Dr Roni Muhtar MPD hadir dan mendengarkan aspirasi dari massa aksi.

Hasil diskusi itu pemerintah bakal menindaklanjuti, sementera atribut HMI yang dirusak, seorang massa aksi meminta oknum tersebut meminta maaf dan diselesaikan dengan cara yang baik.

”Saya sangat tersinggung, ini atribut kami, ada proses dibalik atribut ini, kenapa dirusak, jelas kami tidak terima, untuk ini kita sudah minta Pol-PP bertanggungjawab, kami minta dengan baik-baik, kalaupun tidak diindahkan kami bakal aksi di Kantor Pol-PP untuk mempertanggungjawabkan nya,” tegas salah seorang massa aksi yang terlihat sangat kesal.

Terpantau, rute massa aksi ini diantara nya depan Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), Tugu Kirap, Pelabuhan Murhum, Polres Baubau, Kantor Walikota dan berakhir di Kantor DPRD Kota Baubau.

Dalam orasinya, Arif pun menyinggung soal keterbukaan informasi publik, kata dia, tidak lain dan tidak bukan agar demokrasi di negara ini tetap hadir di masyarakat meski ditahu saat ini bangsa masih dirundung bencana nasional yang dikenal dengan Pandemi Covid-19.

Massa juga menyayangkan, saat aksi di depan Gedung DPRD Kota Baubau, tak satupun anggota dewan yang muncul. Sebelum unras bertolak dari Gedung DPRD Kota Baubau sekitar pukul 16.00 Wita, salah satu masa aksi mengatakan, bahwa aksi kedepan bakal kembali dilakukan dengan massa aksi yang jumlahnya lebih banyak lagi.

”Untuk aksi saat ini sebagai pra kondisi saja, kedepan kita akan konsolidasikan untuk yang lebih besar lagi, yakni di tanggal 13, dan puncaknya itu ada di tanggal 16 Agustus 2021,” tandasnya.

Aksi pun berakhir dan berjalan kondusif, bahkan terlihat penjagaan ketat dari pihak aparat kepolisian.

Reporter: ATUL W