TNI dan Warga Padamkan Kebakaran Lahan 4 Hektare di Tanggetada
KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – Kebakaran lahan seluas sekitar 4 hektare terjadi di Lingkungan III, Kelurahan Anawoi, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (25/8/2026).
Babinsa Koramil 1412-07/Watubangga bersama Bhabinkamtibmas, petugas pemadam kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan warga bergerak cepat untuk memadamkan api agar tidak meluas ke area permukiman maupun lahan lainnya.
Api pertama kali terlihat warga sekitar pukul 15.40 Wita di pinggir Jalan Padat Karya. Kobaran api kemudian merambat ke area lahan.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkannya kepada pemerintah setempat dan Babinsa.
Sekitar pukul 16.15 Wita, satu unit mobil Damkar Pemerintah Kabupaten Kolaka dan satu unit kendaraan BPBD tiba di lokasi.
Petugas bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat langsung melakukan pemadaman secara bersama-sama.
Berkat respons cepat dan koordinasi berbagai pihak, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.40 Wita. Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.

Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 4 hektare lahan milik warga. Meski demikian, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Tidak ada pula tanaman komoditas produktif milik warga yang dilaporkan ikut terbakar.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Danramil 1412-07/Watubangga Kapten Inf Sulaiman mengapresiasi kekompakan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran.
Menurut dia, respons cepat sangat diperlukan untuk mencegah api meluas, terutama ketika kondisi cuaca panas dan lahan mudah terbakar.
“Respons cepat dan kekompakan di lapangan sangat penting agar api segera dikendalikan dan tidak meluas. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan, terutama saat kondisi cuaca panas,” ujar Sulaiman.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah, petugas penanggulangan bencana, dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat penanganan kebakaran sekaligus mencegah dampak yang lebih luas.
- Reporter: A. Jamal







