Tim KKN USN Kolaka Edukasi Siswa SD di Lambopini: Stop Bullying Sejak Dini
KOLTIM, TRIASPOLITIKA.ID – Suasana pagi di SD Negeri 1 Lambopini, Kolaka Timur, tampak berbeda pada Senin (18/8/2025). Tawa dan semangat belajar anak-anak semakin hidup saat Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka hadir dengan pesan penting: Stop Bullying!
Program ini menjadi salah satu kegiatan unggulan Tim KKN di Desa Lambopini. Tujuannya, menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menghargai sesama, membangun pertemanan yang sehat, serta menghindari perilaku perundungan di lingkungan sekolah.
Kegiatan dimulai dengan pemutaran video edukasi yang menampilkan contoh-contoh situasi bullying dan dampaknya terhadap korban. Siswa menyimak dengan serius, bahkan sebagian mulai berdiskusi kecil setelah menyadari bahwa tindakan sederhana seperti mengejek atau menjauhi teman juga merupakan bentuk perundungan.
Setelah itu, Tim KKN menyampaikan materi dengan gaya santai dan interaktif menggunakan bahasa sederhana. Suasana kelas pun berubah menjadi diskusi hidup, di mana anak-anak memahami bahwa menjadi teman yang baik berarti menerima perbedaan, mendengarkan, serta saling mendukung.
Untuk menambah antusiasme, kegiatan dilanjutkan dengan kuis tanya jawab berhadiah. Siswa tampak bersemangat, saling berlomba menjawab pertanyaan, hingga suasana kelas dipenuhi tawa dan tepuk tangan.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama seluruh siswa, guru, dan Tim KKN USN Kolaka. Wajah ceria para siswa menjadi bukti bahwa pesan Stop Bullying telah menyentuh hati mereka.
Dosen Pembimbing Lapangan, apt. Alfiranty Yunita, S.Farm., M.Si, mengapresiasi program ini.
“Kegiatan ini bukan hanya soal menyampaikan materi, tapi membangun empati sejak kecil. Anak-anak terlihat bahagia, aktif, dan mulai paham bahwa jadi teman yang baik jauh lebih hebat daripada jadi pembuli. Salut untuk Tim KKN yang berhasil menyampaikan pesan ini dengan hangat dan menyenangkan,” ujarnya.
Tim KKN berharap kegiatan ini dapat meninggalkan kesan mendalam, sehingga siswa tidak hanya tumbuh cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, penuh empati, dan siap menjadi generasi yang saling menghargai.
Koresponden: Dekri







