Tim Kejaksaan Konawe Temukan Tiga Kendaraan UPPO Masih Order

waktu baca 2 menit

KONAWE, TRIASPOLITIKA.ID – Tim penyidik kejaksaan negeri (Kejari) Konawe lakukan uji petik terkait proyek Unit Pengelolaan Pupuk Organik (UPPO) yang disinyalir terindikasi dugaan korupsi.

Dari 15 kelompok UPPO, delapan diantaranya telah di periksa tim kejaksaan. Dari hasil pemeriksaan delapan ketua kelompok itu, tim kejaksaan langsung lakukan uji petik lapangan ke Unit UPPO yang tersebar di beberapa kecamatan.

Hasilnya, tim kejaksaan menemukan adanya beberapa pengadaan proyek yang belum di belanjakan ketua kelompok. Padahal proyek UPPO merupakan proyek pengadaan tahun 2020.

“Yang di temukan itu belum adanya kendaraan roda tiga, di Unit UPPO,” kata Rekafit Maindi, Kasi Pidsus Kejari Konawe.

Alasanya sambung Rekafit, dari hasil keterangan ketua kelompok, kendaraan roda tiga tersebut masih proses order ke distributor penyedia barang. “Iya, pengakuan ketua kelompok, itu masih di order,” terangnya.

Baca Juga:

Kejari Selidiki Dugaan Korupsi UPPO Konawe

Kejari Dalami Dugaan Korupsi Dinas Perhubungan Konawe

Rekafit belum memastikan, apakah temuan tiga unit kendaraan yang belum ada di lokasi akan menjadi bukti permulaan tidak pidana korupsi. “Belum, kita masih akan lakukan pemeriksaan 7 kelompok lagi,” katanya.

Proyek Unit Pengelolaan Pupuk Organik (UPPO) ini merupakan dana Aspirasi DPR RI, yang di perjuangkan oleh Fachry Pahlevi Konggoasa dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) untuk masyarakat Konawe.

Dalam pelaksanaanya, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Konawe selaku Dinas yang berkompeten di bidangnya bertindak sebagai tehnis kegiatan pengadaan ini.

Baca Juga:

Kejari Konawe Pulbaket Kasus Dugaan Korupsi Desa Awua Jaya

Namun dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, di duga ada campur tangan pihak tehnis, dalam pengadaan beberapa item pekerjaan termaksud pengadaan kendaraan roda tiga yang kini masih proses order.

Reporter: Utha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!