SMSI Pusat Desak Polisi usut Penganiayaan Terhadap Ketua SMSI Madina

waktu baca 3 menit
Ketua SMSI Pusat, Firdaus.

JAKARTA, TRIASPOLITIKA.ID – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, mendesak Kepolisian Republik Indonesia untuk segera mengusut tuntas dan menangkap para pelaku kejahatan yang dialami Ketua SMSI Kabupaten Mandailingnatal (Madina) Jeffry Barata Lubis, pada Jumat (4/3/2022) malam.

Jeffry diduga dianiaya sekelompaok orang lantaran berita yang sempat ia terbitkan.

“Kami mendesak kepolisian untuk segera mengusut tuntas pelaku penganiayaan terhadap ketua SMSI Madina,” tegas Ketua SMSI Pusat, Firdaus.

Menurut Firdaus, jika alat bukti dan saksi sudah cukup, maka para pelaku harus segera ditangkap untuk diadili.

Sementara itubKetua Bidang Hukum, Arbitrase dan Legislasi SMSI Pusat, Makali Kumar menuturkan, wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalis dilindung undang-undang.

Selain itu dalam melaksanakan tugasnya, wartawan juga tetap mematuhi kode etik jurnalistik.

Sehingga apa yang dilakukan oleh sekelompok orang tersebut telah melanggar UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan melakukan tindak pidana yang diatur dalam KUHP.

“Dalam UU Pers itu, selain menjamin kebebasan pers di Indonesia, juga mengancam siapa pun dengan sengaja melakukan tindakan yang mengakibatkan menghambat atau menahan kerja jurnalistik dapat dipidanakan. Apalagi yang dialami Ketua SMSI Madina, selain itu hambatan tugas jurnalistiknya, juga dianiaya,” ujarnya.

Lanjut Makali, penganiayaan yang dialami Ketua SMSI Madina, telah mencederai nilai-nilai kebebasan pribadi, dan telah melukai hak publik untuk memperoleh informasi.

Menurut dia, para pihak yang terlibat dalam penganiayaan, merupakan serangan terhadap kebebasan pers dan pelanggaran KUHP serta Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999.

“SMSI Pusat mengutuk aksi kekerasan tersebut dan menuntut semua pelakunya untuk diadili serta menjatuhkan hukuman sesuai hukum yang berlaku,” tegas Makali.

Kata Makali, usai menerima tugas khusus dari Ketua SMSI Pusat Firdaus, pihaknya berkomitmen untuk siap membantu advokasi kasus penganiayaan tersebut.

Kata Pengacara yang sudah lama mengeluti bidang advokasi itu, kekerasan yang dialami Jeffry Barata Lubis merupakan tindak pidana yang melanggar dua aturan.

“Pelaku melanggar pasal 170 KUHP Jo pasal 351 ayat 2 KUHP mengenai penggunaan kekerasan secara bersama-sama terhadap orang dan lingkungan. Pelaku juga melanggar pasal 18 ayat 1 UU Pers tentang tindakan yang menghambat atau menahan kegiatan jurnalistik dengan ancaman hukuman seberat-beratnya lima tahun enam bulan penjara,” jelas Makali.

Lanjut Makali, agar kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis mendapatkan perhatian serius, pihak SMSI Pusat telah berkoordinasi dengan Kepolisian.

“Setelah semua berkas penyidikan lengkap, kami menuntut pelakunya segera ditangkap untuk diadili, agar mereka menerima hukuman yang setimpal sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.

Informasi yang diterima Triaspolitika.id penganiayaan yang dialami Ketua SMSI Madina diduga dilatarbelakangi pemberitaan terkait penambang emas ilegal.

Ada sekelompok tidak menerima pemberitaan yang menyelidiki status tersangka ditangani Polda Sumut.

Jeffry dianiaya pada pukul 20.30 Wib, di Lopo Mandailing Coffe SPBU Aek Galoga, Madina. Akibatnya, Jeffry mengalami luka memar pada bagian wajah sebelah kanan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!