RSUD Muna Barat Dapat Hibah Gedung untuk Naik Kelas jadi Tipe C

waktu baca 2 menit

MUBAR, TRIASPOLITIKA.ID — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Muna Barat menerima dana hibah gedung dari Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan.

Bantuan ini diberikan dalam rangka Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), inisiatif strategis Presiden Prabowo Subianto melalui Kemenkes untuk peningkatan kelas rumah sakit dari tipe D menjadi tipe C.

Direktur RSUD Muna Barat, dr. H. M. Syahril Fitrah, mengatakan program PHTC dikelola langsung oleh Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes dan dipilih karena ada beberapa daerah yang belum memiliki rumah sakit tipe C, termasuk Kabupaten Muna Barat.

“Beberapa daerah di Indonesia belum memiliki rumah sakit tipe C, maka dijadikan lokus program ini termasuk Kabupaten Muna Barat,” ujar Syahril saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/05/2026).

Rencana pembangunan mencakup gedung tiga lantai yang akan menampung fasilitas pendaftaran, farmasi, Unit Gawat Darurat (UGD), radiologi, Cathlab, poliklinik rawat jalan, ruang rawat inap, ruang operasi, ICU, ruang cuci darah, laboratorium sitotoksik, serta CSSD (Central Sterile Supply Department). Pekerjaan konstruksi dijadwalkan dimulai 1 Juni dan selesai pada 31 Desember 2026.

“Peresmian tergantung pada kondisi gedung dan kedatangan alat kesehatan. Kalau sudah tuntas, peresmian bisa dilakukan oleh Bapak Presiden atau Menteri, lalu rumah sakit dioperasikan,” jelas Syahril.

Syahril menyatakan rasa syukur atas bantuan tersebut, apalagi di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional. Kehadiran gedung baru diharapkan juga menyerap tenaga kesehatan (SDM) lokal, terutama dokter dan perawat asal daerah.

“Kalau kita masih kekurangan SDM, itu menjadi tugas dan tanggung jawab kami untuk mencari dokter maupun perawat di Provinsi Sultra atau di luar Sultra,” ujarnya.

Sesuai program pusat, RSUD yang ditingkatkan akan memiliki layanan unggulan untuk kanker, stroke, serta penyakit ginjal dan saluran kemih (Uro-Nefrologi). Layanan kardiologi juga menjadi fokus mengingat banyaknya kasus serangan jantung di daerah-daerah.

“Selama ini pasien serangan jantung sering dirujuk. Dengan fasilitas lengkap dan tenaga medis di sini, rujukan diharapkan berkurang,” kata Syahril.

Ia berharap pembangunan berjalan lancar sehingga target penyelesaian tercapai dan alat kesehatan segera tiba.

Syahril juga meminta agar dokter asal Muna Barat yang sedang menempuh pendidikan segera menyelesaikan studi, bila masih ada kekurangan tenaga, pihak RSUD akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk melengkapinya.

  • Reporter : Farid