Rektur PT HK Harap usai Peresmian Bendungan Ladongi, Petani di Koltim Sejahtera

waktu baca 2 menit
Presiden Jokowi saat meresmikan Bendungan Ladongi di Kolaka Timur.

KOLTIM, TRIASPOLITIKA.ID – Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) meresmikan proyek strategis Nasional Bendungan Ladongi yang terletak di Kelurahan Atula, Ladongi, Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa, (28/12/2021).

Saat meresmikan proyek APBN senilai Rp1,2 triliun tersebut, Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Gubernur Sultra Ali Mazi, Wakil Gubernur Lukman Abunawas, Anggota DPR RI Dapil Sultra Ridwan Bae, serta PJ. Bupati Koltim Sulwan Aboenawas.

Peresmian Bendungan Ladongi diharapkan dapat menjadi langka awal yang dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Kolaka Timur, baik dibidang Pertanian, Perkebunan, Pariwisata hingga perekrutan lapangan kerja.

Direktur PT. Hutama Karya (HK) Persero, Budi Harto saat diwawancara awak media.

Direktur PT. Hutama Karya (HK) Persero, Budi Harto berharap dengan diresmikannya Bendungan Ladongi, para petani di Koltim bisa menjadi sejahtera utamanya dibidang pangan.

Budi Harto menjelaskan, sebagai kontraktor dari pembangunan Bendungan Ladongi, pihaknya sudah berkontribusi dibidang perekrutan tenaga kerja lokal.

Presiden Jokowi bersama petani Kolaka Timur saat meresmikan Bendungan Ladongi.

Untuk itu ia berharap besar, agar kedepan Bendungan Ladongi yang dikelola oleh Kementerian PUPR, tidak hanya dimanfaatkan pada satu sisi semata, seperti hanya sekedar mengairi persawahan warga.

”Namun bisa juga dimanfaatkan pada tenaga listrik, maupun bidang pariwisata seperti pusat kediatan latihan dayung para atlet,” jelas Budi pada Triaspolitika.id.

Presiden Jokowi bersama petani Kolaka Timur saat meresmikan Bendungan Ladongi.

Dijelaskan Budi, Bendungan Ladongi menggunakan bahan dari type kor cley (jenis tanah liat). Kapasitas Bendungan Ladongi 45,9 juta meter kubik. Sedangkan luas lahan Bendungan 222 hektare, tinggi 70m, kemudian panjang Bendungan 41,9 meter.

Bendungan Ladongi kata dia mulai dikerjakan pada tahun 2019 dengan fungsi sebelumnya yaitu mengairi persawahan yang ada di sekitar kabupaten Kolaka Timur seperti, Konawe, Konawe Selatan, dan Kabupaten Kolaka.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, disamping berfungsi sebagai irigasi, pada empat kabupaten, Bendungan Ladongi juga potensi untuk pengembangan sektor wisata alternatif warga Sultra.

Reporter: Dhery Hermansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!