PUPR Kolut Tinjau Dua Titik Rawan Banjir, Siapkan Normalisasi Sungai

waktu baca 2 menit
Dinas PUPR Kolaka Utara Tinjau Dua Titik Rawan Banjir, Siapkan Langkah Normalisasi Sungai

KOLUT, TRIASPOLITIKA.ID – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kolaka Utara, Patehuddin, bersama jajaran staf turun langsung meninjau dua titik rawan banjir di wilayah tersebut, Senin (25/5). Peninjauan dilakukan sebagai langkah identifikasi lapangan guna menentukan penanganan teknis terhadap ancaman banjir dan abrasi sungai akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir.

Dua lokasi yang menjadi fokus peninjauan yakni Desa Puundoho, Kecamatan Pakue Utara, serta Desa Latowu, Kecamatan Batuputih.

Di Desa Puundoho, tim Dinas PUPR didampingi Sekretaris Camat Pakue Utara, Rusmayadi, dan Kepala Desa Puundoho, Syamsir Sabara. Rombongan meninjau kondisi aliran sungai yang mengalami pelebaran akibat gerusan arus air berdebit tinggi.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sejumlah titik tebing sungai mengalami longsor. Selain itu, beberapa tanaman milik warga dilaporkan tumbang akibat erosi, termasuk pohon durian yang tengah memasuki masa panen.

Patehuddin mengatakan peningkatan debit air sungai dipicu curah hujan yang tinggi dalam beberapa minggu terakhir.

“Dari hasil identifikasi sementara, terjadi pengikisan badan sungai akibat meningkatnya debit air. Ini perlu penanganan cepat agar abrasi tidak semakin meluas dan mengancam lahan maupun permukiman warga,” kata Patehuddin.

Ia menegaskan, pihaknya akan segera melakukan penanganan darurat melalui program normalisasi sungai guna memperlancar aliran air dan meminimalisasi kerusakan lanjutan.

Usai dari Pakue Utara, rombongan melanjutkan peninjauan ke Desa Latowu, Kecamatan Batuputih. Kawasan tersebut sebelumnya terdampak luapan sungai yang masuk hingga ke permukiman warga.

Dalam peninjauan itu, Patehuddin didampingi Sekretaris Camat Batuputih, Asdar. Dari hasil identifikasi, ditemukan adanya penyempitan alur sungai di bagian hilir yang menghambat aliran air menuju muara laut.

Kondisi tersebut menyebabkan air dari hulu meluap ke dataran rendah dan kawasan permukiman saat debit sungai meningkat.

“Normalisasi sungai menjadi langkah prioritas agar kapasitas tampung dan aliran air kembali optimal, sehingga potensi luapan ke permukiman warga dapat diminimalisir,” ujarnya.

Dinas PUPR Kolaka Utara memastikan penanganan awal akan dilakukan secepatnya sembari menyusun langkah teknis lanjutan berdasarkan hasil kajian lapangan.

  • Reporter : Fyan