PT Vale Tampilkan Komitmen Hilirisasi Berkelanjutan di HUT ke-62 Sultra

waktu baca 3 menit

KENDARI, TRIASPOLITIKA.ID – PT Vale Indonesia Tbk menegaskan komitmennya terhadap pengembangan industri nikel berkelanjutan dan inklusif dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar di kawasan MTQ Kota Kendari, 24–27 April 2026.

Melalui partisipasi dalam pameran publik, perusahaan yang merupakan bagian dari MIND ID itu memperkenalkan progres pengembangan proyek Pomalaa sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai praktik pertambangan yang bertanggung jawab, pemberdayaan ekonomi lokal, serta pelestarian lingkungan.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, secara resmi membuka rangkaian kegiatan dengan prosesi pemukulan beduk bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). Perayaan tersebut diramaikan 24 agenda kegiatan yang melibatkan sekitar 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Manager External Relation PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, Hasmir, mengatakan penerapan prinsip ramah lingkungan menjadi fokus utama yang ditampilkan perusahaan dalam pameran tersebut.

“Melalui pameran ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa hilirisasi nikel di Pomalaa dijalankan dengan standar operasional yang bertanggung jawab, sehingga industri tetap berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Selain aspek lingkungan, PT Vale juga menampilkan capaian Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang telah dijalankan selama satu dekade. Program tersebut kini difokuskan pada penguatan sektor pertanian di Kabupaten Kolaka.

Salah satu implementasinya adalah pembinaan Asosiasi Petani Organik Kolaka (ASPOK) yang menaungi 58 petani. Melalui program ini, petani didorong untuk mandiri dalam mengelola produksi hingga distribusi beras organik.

Di stan pameran, PT Vale juga memamerkan berbagai produk UMKM binaan, mulai dari beras organik putih, merah, dan hitam hingga produk olahan seperti keripik ubi kayu, dodol, abon, dan minuman herbal.

Kehadiran maskot “Kadoee” berbentuk anoa turut menjadi daya tarik pengunjung sekaligus simbol pentingnya pelestarian ekosistem hutan di tengah aktivitas industri. Pengunjung juga mendapatkan edukasi langsung mengenai bahan galian nikel sebagai bagian dari proses hilirisasi.

Partisipasi dalam perayaan tingkat provinsi ini menjadi pengalaman perdana bagi PT Vale dan dimanfaatkan sebagai momentum mempererat hubungan dengan masyarakat Sulawesi Tenggara.

Salah satu pengunjung, Ridwan, mahasiswa yang pernah menjalani praktik kerja lapangan di site Pomalaa, mengapresiasi keterlibatan perusahaan dalam kegiatan tersebut.

“Stannya sangat bagus. Saat PKL, saya melihat PT Vale sangat memperhatikan keselamatan kerja dan menerapkan prinsip safety first,” ujarnya.

PT Vale menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan daerah melalui penguatan sektor industri berbasis keberlanjutan.

Meski proyek Pomalaa masih dalam tahap konstruksi, perusahaan berupaya meningkatkan kontribusi ekonomi dan memperluas manfaat pemberdayaan masyarakat di Sulawesi Tenggara.

Dengan pendekatan yang mengedepankan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), PT Vale menargetkan pengembangan industri nikel yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga keberlanjutan jangka panjang.(**)