PT Vale Pastikan Pemulihan Pasca Kebocoran Pipa Minyak Transparan dan Inklusif

waktu baca 2 menit

TOWUTI, TRIASPOLITIKA.ID — PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menegaskan komitmennya memastikan setiap dampak insiden kebocoran pipa minyak yang terjadi pada 12 September lalu tertangani secara menyeluruh.

Perusahaan menekankan, proses pemulihan dilakukan secara transparan dan melalui mekanisme dialog inklusif dengan masyarakat serta pemangku kepentingan terkait.

Sejak dibukanya Posko Pengaduan di Kantor Camat Towuti, sebanyak 284 aduan dari warga enam desa terdampak — Lioka, Wawondula, Baruga, Langkea Raya, Matompi, dan Timampu — telah diterima. Lebih dari separuh laporan telah ditindaklanjuti.

“Kami hadir untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat dan memastikan setiap langkah mempertimbangkan aspek sosial, lingkungan, dan keberlanjutan,” ujar Head of External Relations PT Vale, Endra Kusuma, dalam rapat dengar pendapat bersama DPRD Luwu Timur.

PT Vale bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyusun klasifikasi dampak yang mencakup sawah, kebun, empang, ternak unggas, ternak besar, nelayan, hingga sumur air. Klasifikasi terbagi ke dalam kategori ringan, sedang, hingga berat. Proses pemulihan kini memasuki tahap verifikasi menuju penandatanganan perjanjian pembayaran dan penyaluran kompensasi.

Upaya pemulihan turut didampingi tim ahli independen dari Disaster Risk Reduction Centre (DRRC) Universitas Indonesia di bawah pimpinan Prof. Fatma Lestari. Selama tiga pekan terakhir, tim melakukan pengambilan sampel air, udara, dan tanah secara terbuka dengan pencatatan koordinat serta penyegelan sesuai standar laboratorium resmi.

Hasil uji hingga 24 September 2025 menunjukkan kadar Merkuri (Hg) sebesar 0,0008 mg/L dan Chromium (Cr6+) 0,01 mg/L. Angka tersebut berada jauh di bawah baku mutu I. “Seluruh pengambilan sampel dilakukan terbuka, terdokumentasi, dan berbasis sains. Jika masih ada keraguan, kami siap mendampingi agar masyarakat benar-benar yakin bahwa pemulihan dilakukan secara bertanggung jawab,” tegas Prof. Fatma.

Selain kompensasi, PT Vale juga terus melaksanakan pembersihan sisa minyak di pinggiran sungai serta melakukan monitoring berkelanjutan bersama pemerintah dan warga.

Perusahaan menekankan, langkah pemulihan ini bukan hanya untuk menyelesaikan dampak insiden, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi, membangun kembali kepercayaan publik, serta menjamin keberlanjutan ekosistem di wilayah Towuti.