PT Vale Pastikan Air dan Udara di Towuti Aman Pasca Kebocoran Pipa

waktu baca 3 menit

SOROWAKO, TRIASPOLITIKA.ID – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penanganan dan pemulihan pasca-kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur.

Komitmen ini dijalankan sejak hari pertama insiden dengan prinsip transparansi, pendekatan ilmiah, dan kolaborasi bersama pemerintah daerah, masyarakat, serta para pemangku kepentingan.

Hingga saat ini, upaya tersebut masih konsisten dilakukan dengan supervisi langsung dari Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam. Salah satu langkah penting adalah melibatkan tim ahli independen dalam observasi dan pengujian dampak sosial maupun lingkungan.

Pengujian dilakukan oleh Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia (DRRC UI) dan Dinas Lingkungan Hidup Luwu Timur bekerja sama dengan PT Global Environment Laboratory (GEL).

Air: Sampel diambil pada 30 Agustus 2025 di Danau Towuti, sekitar 1 km dari muara Sungai Timampu. Hasil uji fisika, kimia, dan mikrobiologi menunjukkan kualitas air memenuhi baku mutu kelas II sesuai PP No. 22/2021. Artinya, air aman digunakan untuk rekreasi, budidaya ikan air tawar, peternakan, hingga pengairan pertamanan.

Udara: Sampel diambil di Dusun Molindoe, Desa Lioka, pada 30 Agustus 2025. Parameter SO₂, O₃, dan NO₂ tercatat di bawah ambang batas baku mutu udara ambien nasional, menandakan kualitas udara masih aman dan tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Seluruh pengambilan sampel dilakukan terbuka, disaksikan masyarakat desa, dicatat waktu dan koordinatnya, serta diuji di laboratorium resmi.

Ketua DRRC UI, Prof. Fatma Lestari, menegaskan hasil pengujian sahih dan kredibel. “Analisis dilakukan dengan standar ilmiah ketat dan observasi langsung di lapangan. Hasil menunjukkan air aman, tetapi pemantauan rutin dan transparansi tetap menjadi kunci. DRRC UI akan terus mendampingi agar langkah pengelolaan lingkungan konsisten dengan bukti ilmiah dan harapan masyarakat,” jelasnya.

Direktur sekaligus Chief of Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia, Budiawansyah, menyatakan pihaknya menyambut baik hasil uji tersebut.

“Kami bersyukur karena hasil ini memberi kepastian bagi masyarakat. Namun, kami sadar tugas belum selesai. PT Vale tetap berkomitmen melanjutkan pemulihan, memperbaiki infrastruktur desa, menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan warga, dan menjaga transparansi di setiap langkah,” ujarnya.

Hingga hari ke-22 pasca-kejadian, tercatat 206 aduan resmi dari enam desa terdampak telah diverifikasi dan ditindaklanjuti.

Pemerintah bersama PT Vale juga memperbaiki sejumlah fasilitas publik, mulai dari pegangan jembatan hingga saluran irigasi, agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan hasil uji ini menjadi kabar baik sekaligus bukti transparansi. “Insya Allah, masyarakat Towuti bisa tenang karena air dinyatakan aman. Namun pemerintah bersama PT Vale dan tim ahli tetap melakukan pemantauan rutin agar kepastian ini terus terjaga,” katanya.

Dengan berakhirnya masa tanggap darurat pada 12 September 2025, pemerintah daerah bersama PT Vale kini memasuki tahap transisi pemulihan.

Fokusnya adalah bantuan berkelanjutan, pemantauan kualitas lingkungan bersama tim independen, serta penguatan fasilitas desa agar lebih tangguh menghadapi risiko di masa depan.

  • Editor: Dekrit