PT Vale Indonesia Raih Penghargaan Emas Asia ESG 2025 Berkat Program Konservasi di Lutim
SOROWAKO, TRIASPOLITIKA.ID — PT Vale Indonesia Tbk kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat internasional. Perusahaan tambang nikel yang menjadi bagian dari MIND ID ini meraih Gold Award dalam kategori Biodiversity Conservation pada ajang Asia ESG Positive Impact Awards (PIA) 2025 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (10/11/2025).
Penghargaan bergengsi tersebut diberikan atas keberhasilan program unggulan PT Vale, “Kehati Lutim Bersinergi”, yang dinilai menjadi model nasional dalam konservasi keanekaragaman hayati berbasis sains dan kolaborasi lintas sektor di kawasan tambang.
Asia ESG Positive Impact Awards merupakan ajang penghargaan regional yang menyoroti perusahaan dengan kontribusi nyata terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance).
Dalam ajang tahun ini, sejumlah perusahaan Indonesia turut menonjol, termasuk PT Vale Indonesia yang sebelumnya juga meraih Lestari Awards 2025 dari KG Media melalui program yang sama.
“Penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, melainkan panggilan untuk terus bertindak. Dunia membutuhkan pertambangan yang bertanggung jawab dan alam yang tetap terjaga,” ujar Budiawansyah, Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia.
Kehati Lutim Bersinergi: Sinergi Konservasi dari Luwu Timur
Program Kehati Lutim Bersinergi merupakan inisiatif konservasi keanekaragaman hayati terpadu yang dikembangkan PT Vale di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Program ini dirancang untuk memulihkan ekosistem pascatambang melalui pendekatan nature-based solutions, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar tambang.
Melibatkan pemerintah daerah, akademisi, koperasi petani, serta masyarakat lokal, program ini mengedepankan empat fokus utama:
- Reforestasi lahan pascatambang dengan spesies endemik Sulawesi seperti Dengen (Dillenia serrata), Ebony (Diospyros celebica), dan Tembeuwa (Kjelbergiodendron celebicum).
- Konservasi satwa endemik, termasuk Rusa Timorensis dan kupu-kupu Cethosia myrina, melalui inovasi KOKKUBI (Konservasi Kupu-Kupu Binaan).
- Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas ±10.000 hektare di 13 kecamatan di luar konsesi tambang untuk menjaga ketahanan air dan mengurangi erosi.
- Pemberdayaan masyarakat lokal melalui pelatihan, penyerapan tenaga kerja, serta pengelolaan persemaian endemik.
- Program ini dijalankan secara bertahap sejak 2017, dimulai dari riset dasar hingga implementasi dan pemantauan lapangan yang berkelanjutan.
Inovasi dan Dampak Nyata
Melalui program ini, PT Vale memperkenalkan sejumlah inovasi yang menjadi acuan di industri tambang berkelanjutan, antara lain Metode Rootballed untuk Rehabilitasi Cepat, Teknik penanaman dengan membawa tanah asli di sekitar akar (rootball) guna menjaga mikroorganisme alami, mempercepat pertumbuhan, dan memperpendek waktu pemulihan ekosistem hingga 3–4 tahun.
KOKKUBI (Konservasi Kupu-Kupu Binaan)
Rekayasa ekologis untuk menciptakan habitat alami kupu-kupu Cethosia myrina melalui kombinasi tanaman inang dan nektar, serta penataan mikrohabitat.
Hingga kini, PT Vale telah menanam lebih dari 4 juta pohon, merehabilitasi 10.000 hektare lahan kritis, dan meningkatkan indeks keanekaragaman hayati (Shannon-Wiener Index) flora hingga 3.0 dan fauna hingga 2.85—angka yang menunjukkan kestabilan ekosistem tinggi.
Selain itu, program penangkaran Rusa Timorensis bekerja sama dengan BKSDA Sulawesi Selatan telah membiakkan 55 individu sejak 2008, sebagian di antaranya telah dilepasliarkan ke habitat alami.
Kolaborasi untuk Keberlanjutan
Keberhasilan program Kehati Lutim Bersinergi merupakan hasil kerja kolaboratif lintas lembaga. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Dinas Kehutanan Sulawesi Selatan memberikan dukungan regulatif, sementara Universitas Hasanuddin berperan dalam riset ilmiah dan pemantauan.
Di sisi lain, Koperasi Serba Usaha Mitra Masyarakat Alam (KSU MMA) menjadi pelaksana utama reforestasi dengan melibatkan lebih dari 300 warga lokal. Mereka kini menjadi pelaku aktif sekaligus penjaga kawasan konservasi.
“Keberlanjutan tidak bisa dilakukan sendirian. Melalui sinergi antara sains, kebijakan, dan masyarakat, kami belajar bahwa bumi dapat dijaga tanpa menghentikan pembangunan,” ujar Budiawansyah.
Dari Luwu Timur untuk Dunia
Keberhasilan Kehati Lutim Bersinergi membawa PT Vale Indonesia menjadi penerima ganda penghargaan lingkungan tahun 2025—baik di tingkat nasional melalui Lestari Awards maupun di tingkat Asia melalui Asia ESG Positive Impact Awards.
Dua penghargaan ini menegaskan posisi PT Vale sebagai pelopor pertambangan berkelanjutan yang menyeimbangkan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Dari Luwu Timur, praktik konservasi berbasis komunitas ini kini menjadi inspirasi di panggung global.
- Editor: Dekri







