PT Vale Gencarkan Edukasi Bahaya Narkoba dan HIV untuk Pelajar di Pomalaa

waktu baca 2 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – PT Vale Indonesia IGP Pomalaa menggelar kegiatan promosi kesehatan bagi pelajar di SMP Negeri 1 Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sabtu (23/5), dengan fokus pada pencegahan penyalahgunaan narkoba dan penanganan HIV sejak usia dini.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 siswa dan 30 guru dengan menghadirkan tenaga kesehatan sebagai pemateri. Program itu menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di wilayah operasionalnya.

Senior Coordinator Safety and Emergency Response PT Vale IGP Pomalaa, Dery Nurjaya, mengatakan edukasi mengenai bahaya narkoba penting diberikan sejak dini karena penyalahgunaan zat terlarang kini mulai menyasar kalangan usia sekolah.

“Vale ingin memberikan dampak positif bagi masyarakat di mana pun kami beroperasi. Salah satunya melalui edukasi di tingkat sekolah terkait penyalahgunaan narkoba dan penanganan HIV,” kata Dery.

Menurut dia, para siswa perlu memperoleh pemahaman yang benar dari narasumber yang kompeten agar tidak hanya bergantung pada informasi di internet yang belum tentu dipahami secara utuh.

Dalam kegiatan itu, siswa mendapatkan materi mengenai pengertian narkoba, jenis-jenis narkotika, dampak kesehatan, hingga cara menghindari dan menolak penyalahgunaan narkoba. Pemateri juga memperlihatkan perbedaan hasil pemeriksaan medis dan pemindaian otak antara orang sehat dan pengguna narkoba.

“Kalau diberikan langsung oleh orang yang kompeten, siswa bisa memahami bukan hanya teorinya, tetapi juga konteks dan dampaknya secara nyata,” ujarnya.

Dery menegaskan kegiatan tersebut bukan semata-mata karena Pomalaa dikategorikan sebagai zona merah narkoba, melainkan sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sejak usia dini.

“Bisa jadi kondisi yang ada sekarang berawal dari kurangnya edukasi dan pemahaman. Karena itu kami mulai memberikan pemahaman sejak usia dini,” katanya.

Ia juga membuka peluang agar program serupa dapat dilaksanakan di sekolah-sekolah lain di wilayah operasional PT Vale pada masa mendatang.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Pomalaa, Nurmadi, mengapresiasi pelaksanaan edukasi tersebut. Menurutnya, sosialisasi mengenai bahaya narkoba penting dilakukan secara berkelanjutan kepada para siswa.

“Pesertanya sekitar 100 siswa ditambah 30 guru. Karena tempat juga kurang memungkinkan, jadi pihak manajemen menyarankan minimal 100 siswa saja,” ujar Nurmadi.

Ia mengungkapkan, sekolahnya sebelumnya juga pernah mengikuti kegiatan screening yang dilaksanakan Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Waktu itu ada pemeriksaan sampel sekitar 10 siswa dan alhamdulillah hasilnya tidak ada yang terindikasi,” katanya.

Selain dari BNN, sosialisasi serupa juga pernah dilakukan pemerintah desa dengan melibatkan para siswa. Pihak sekolah bahkan mengalokasikan anggaran khusus untuk kegiatan edukasi bahaya narkoba.

“Kami dari sekolah juga pernah melaksanakan kegiatan seperti ini untuk memberikan edukasi kepada anak-anak terkait bahaya narkoba,” tutupnya.

  • Rditor: Dekrit