PT Toshida Indonesia Tegaskan Legalitas dan Komitmen Sosial di Kolaka Timur

waktu baca 2 menit

KOLAKA, TRIASPOLITIKA.ID – PT Toshida Indonesia meluruskan berbagai isu yang berkembang terkait aktivitas pertambangannya di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Dalam konferensi pers di Kolaka, Kamis (22/10/2025), General Manager PT Toshida Indonesia, Umar, menegaskan bahwa perusahaan beroperasi secara legal dan berkomitmen memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Menurut Umar, PT Toshida telah memiliki izin resmi jauh sebelum Kolaka Timur ditetapkan sebagai daerah otonom.

“Kuasa Pertambangan kami sudah ada sejak 2008, lalu ditingkatkan menjadi IUP Operasi Produksi pada 2010. Jadi, kami tidak mungkin disebut ilegal karena izin ini lahir lebih dulu dari terbentuknya Kabupaten Kolaka Timur,” ujar Umar.

Ia juga membantah isu yang menyebut perusahaan menolak kunjungan pemerintah daerah. Menurutnya, perusahaan selalu terbuka terhadap kunjungan tersebut, namun tetap mengedepankan standar keselamatan tambang (K3).

“Area tambang memiliki risiko tinggi. Kami wajib memastikan semua pihak yang masuk, termasuk pejabat pemerintah, mematuhi SOP keselamatan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Selain soal operasional, Umar menyoroti komitmen sosial perusahaan melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Salah satu program yang sedang berjalan adalah pembangunan masjid di Desa Taore, Kecamatan Aere, Kolaka Timur.

“Kami datang langsung ke lokasi, butuh waktu enam jam dari Kolaka. Kami ingin memastikan kondisi masyarakat dan pembangunan masjid berjalan baik. Rencana anggaran sudah siap dan pelaksanaan dilakukan bertahap,” kata Umar.

Menanggapi permintaan pemerintah Kabupaten Kolaka Timur agar aktivitas tambang dihentikan sementara, Umar menegaskan bahwa kewenangan penghentian operasi tambang sepenuhnya berada di tangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Aturannya jelas, penghentian operasi hanya bisa dilakukan oleh Kementerian ESDM. Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi,” tegasnya.

Umar menutup keterangannya dengan menekankan komitmen PT Toshida untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

“Kami tidak ingin ada jarak. Tambang ini harus menjadi sumber manfaat bersama, mendorong ekonomi lokal, dan mendukung pembangunan Kolaka Timur,” pungkasnya.

  • Editor: Dekrit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *