PT Ceria dan Polda Sultra Tandatangani MoU Pengamanan PSN dan Obvitnas

waktu baca 2 menit

JAKARTA, TRIASPOLITIKA.ID — PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria) menegaskan komitmennya menghadirkan iklim investasi yang aman dan kondusif di Sulawesi Tenggara dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra). Penandatanganan berlangsung di Bimasena The Dharmawangsa Jakarta, Rabu (20/8).

MoU tersebut mencakup perjanjian kerja teknis terkait bantuan pengamanan dan penegakan hukum dalam pelaksanaan operasional perusahaan di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka. Acara ini dihadiri Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, jajaran pejabat utama Polda Sultra, serta jajaran manajemen Ceria Corp termasuk CEO Derian Sakmiwata dan Presiden Direktur PT Ceria Nugraha Indotama, Abdul Haris Tatang.

Presiden Direktur PT Ceria, Abdul Haris Tatang, menegaskan pentingnya dukungan aparat dalam menjaga keamanan. “Apalah artinya sebuah usaha bila tidak didukung dengan keamanan yang terjaga. Kami berharap kehadiran Ceria di Sulawesi Tenggara dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi daerah, yang tentunya hanya bisa terwujud dengan adanya rasa aman bagi investor maupun masyarakat,” ujarnya.

Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko menambahkan, Polda Sultra siap memberikan pengamanan terbaik sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002. Ia menekankan bahwa keberadaan Ceria sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) sekaligus Objek Vital Nasional (Obvitnas) menuntut perhatian khusus aparat keamanan.

“Dengan adanya MoU ini, Polda Sultra memiliki dasar hukum yang kuat sekaligus tanggung jawab moral untuk memberikan pengamanan terbaik bagi Ceria. Ini adalah komitmen nyata dalam mendukung keberlangsungan investasi sekaligus menjaga ketertiban masyarakat,” tegasnya.

Ceria, perusahaan nasional yang bergerak di bidang pertambangan dan pemurnian nikel, membawa semangat hilirisasi sejalan dengan program prioritas pemerintah dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan Smelter “Merah Putih” yang telah memulai produksi perdana pada April 2025 dan ekspor perdana Low-Carbon Ferronickel (FeNi) pada Juli 2025.

CEO Ceria Corp, Derian Sakmiwata, menegaskan bahwa perusahaan ini dibangun dengan standar global dan berorientasi pada keberlanjutan. “Mayoritas pekerja kami adalah warga lokal, sekitar 70 persen berasal dari Kecamatan Wolo dan sekitarnya. Karena itu, keamanan dan kenyamanan berinvestasi menjadi sangat penting. Kami percaya Polda Sultra dapat mendukung penuh keberlangsungan investasi ini,” katanya.

Penandatanganan MoU ini menandai langkah strategis Ceria dalam memastikan keberlangsungan investasi yang aman, kondusif, dan berkelanjutan. Sinergi perusahaan dengan Polda Sultra diharapkan memperkuat kontribusi Ceria terhadap pembangunan ekonomi daerah maupun nasional.

Reporter: A. Jamal