Program Berbasis Desa PT Vale Raih Pengakuan Nasional di ICA dan ISDA 2025

waktu baca 3 menit

JAKARTA, TRIASPOLITIKA.ID – Upaya mendorong pembangunan berkelanjutan yang bertumpu pada potensi lokal dan dijalankan melalui kolaborasi multipihak kembali memperoleh pengakuan nasional.

Dalam ajang Indonesian CSR Awards (ICA) 2025 dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2025 yang diselenggarakan Corporate Forum for CSR Development (CFCD), dua inisiatif pemberdayaan masyarakat dan lingkungan dari kawasan operasional pertambangan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dinobatkan sebagai praktik terbaik tingkat nasional.

Penghargaan tersebut diberikan kepada dua program unggulan, yakni Matano Iniaku dan Closedloop Livestock System: Peternakan Sapi, yang dinilai mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian lokal, sekaligus sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Sebagai bagian dari holding industri pertambangan nasional MIND ID, PT Vale Indonesia Tbk menerima penghargaan tersebut dalam seremoni penganugerahan yang berlangsung di Birawa Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (17/12).

Program Matano Iniaku meraih penghargaan Indonesian CSR Awards 2025. Inisiatif ini dikembangkan di Desa Matano, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, dengan pendekatan pengelolaan kawasan berbasis ekowisata dan agroforestri. Program tersebut dirancang untuk menjawab tantangan degradasi lingkungan sekaligus keterbatasan sumber penghidupan masyarakat melalui penerapan nature-based solutions.

Fokus utama program diarahkan pada rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS), pengembangan agroforestri polikultur, serta penguatan LaaWaa River Park sebagai destinasi ekowisata berbasis konservasi. Melalui pelatihan agroforestri, pengelolaan pupuk organik, penguatan kelembagaan lokal, hingga tata kelola ekowisata, masyarakat didorong beralih dari praktik monokultur menuju sistem yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Dampaknya terlihat pada pemulihan ekosistem sekaligus tumbuhnya sumber pendapatan alternatif bagi warga desa.

Sementara itu, penghargaan Indonesian SDGs Awards 2025 diberikan kepada program Closedloop Livestock System: Peternakan Sapi yang dijalankan di Desa Parumpanai dan Desa Kawata, Luwu Timur. Program ini berkontribusi pada pencapaian SDGs 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan peternakan sapi terpadu berbasis sistem tertutup (closed-loop).

Model tersebut mengintegrasikan peningkatan kapasitas peternak, penyediaan sarana dan prasarana, manajemen pakan, kesehatan ternak, hingga penguatan kelembagaan ekonomi desa. Selain meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha peternak skala kecil, program ini juga membuka lapangan kerja baru serta mendorong tata kelola ekonomi lokal melalui peran Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesMa).

Selain aspek lingkungan dan ekonomi, PT Vale juga mengembangkan Program Beasiswa Anak Asuh sebagai investasi jangka panjang di bidang pendidikan. Program ini menyasar siswa SD, SMP, dan SMA berprestasi dari keluarga ekonomi rentan, khususnya masyarakat adat asli Sorowako.

Penjaringan penerima manfaat dilakukan secara kolaboratif bersama Kerukunan Wawoinia Asli Sorowako (KWAS) untuk memastikan ketepatan sasaran dan sensitivitas sosial budaya.

Berlandaskan Nota Kesepahaman Program Terpadu Pengembangan Masyarakat (PTPM) antara perusahaan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, dan DPRD setempat, program beasiswa ini bertujuan menekan angka putus sekolah serta meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah sekitar operasi tambang.

Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia, Budiawansyah, mengatakan penghargaan tersebut mencerminkan pentingnya pembangunan berkelanjutan yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat.

“Penghargaan ini bukan tujuan akhir, melainkan pengingat bahwa keberlanjutan harus dijalankan secara konsisten dan kolaboratif. Pertambangan yang bertanggung jawab hanya dapat terwujud ketika alam terjaga dan masyarakat tumbuh bersama,” ujarnya.

Pencapaian PT Vale dalam ajang ICA dan ISDA 2025 menegaskan bahwa praktik inovasi sosial dan lingkungan dari daerah mampu memberikan kontribusi nyata bagi agenda pembangunan nasional.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa konservasi lingkungan dan pembangunan ekonomi dapat berjalan berdampingan, serta menjadi inspirasi bagi penguatan pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berdaya saing.