Polisi Berjibaku Lawan Api di Hutan Pinus Koltim

waktu baca 2 menit

KOLTIM, TRIASPOLITIKA.ID – Kobaran api melahap kawasan hutan pinus di puncak Desa Talodo, Kecamatan Lalolae, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Kamis (20/8/2026) sore.

Di tengah cuaca panas dan hembusan angin, polisi bersama petugas BPBD dan pemadam kebakaran berjibaku menjinakkan api yang terus membesar.

Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 17.00 Wita. Kepala Desa Talodo, Afrisal, menghubungi Personel Piket Polsek Lalolae untuk melaporkan kebakaran di kawasan puncak desa tersebut. Menerima laporan itu, personel Polsek Lalolae langsung bergerak menuju lokasi.

Kapolsek Lalolae IPDA Achmad Hidayat mengatakan, usai menerima informasi pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kolaka Timur.

Sekitar pukul 17.30 Wita, satu unit kendaraan BPBD tiba di lokasi. “Petugas langsung melakukan pemadaman pada titik-titik yang masih dapat dijangkau peralatan. Namun, api belum juga sepenuhnya terkendali,” ujar Hidayat.

Sekitar pukul 18.30 Wita, pihaknya turun langsung memimpin pemadaman. Personel Polsek Lalolae, Polsek Rate-Rate, BPBD, dan pemadam kebakaran dikerahkan untuk menghentikan laju kobaran.

“Pompa air dan kendaraan tangki digunakan untuk membasahi area yang terbakar. Petugas juga berupaya mencegah api merambat ke kawasan hutan di sekitarnya,” ungkapnya.

Kata Kapolsek, setelah lebih dari empat jam melawan kobaran api, petugas akhirnya berhasil memadamkan kebakaran sekitar pukul 21.20 Wita.

Kawasan hutan pinus yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.

Meski api telah padam, petugas tetap melakukan penyisiran dan pemantauan di lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala dan memicu kebakaran susulan.

Sebanyak empat personel Polsek Lalolae, dua personel Polsek Rate-Rate, sembilan personel BPBD Kolaka Timur, dan delapan personel pemadam kebakaran terlibat dalam operasi tersebut.

Kepala Desa Talodo bersama warga turut membantu proses pemadaman.

Hingga kebakaran berhasil dikendalikan, polisi belum mengetahui penyebab pasti munculnya api. Penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap sumber awal kebakaran.

Polisi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama ketika cuaca panas dan angin kencang.

Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan pembakaran untuk membuka lahan yang berpotensi memicu kebakaran.

Bagi petugas, padamnya api bukan akhir dari perjuangan. Kawasan hutan pinus yang telah terbakar masih harus diawasi untuk memastikan bara tidak kembali menyulut api.

  • Penulis Dekri