Pj Bupati Konawe Buka Upacara Melasti di Bendung Ameroro

waktu baca 2 menit
Pj Bupati Konawe Dr. Harmin Ramba membuka upacara melasti di Bendung Ameroro

TRIASPOLITIKA.ID : KONAWE – Umat Hindu di Kabupaten Konawe bersama-sama merayakan upacara Melasti sebagai bagian dari rangkaian perayaan Nyepi tahun baru Saka 1946.

 

Upacara Melasti ini di buka oleh Pj Bupati Konawe Dr. Harmin Ramba, di Bendung Ameroro, Desa Anggopiu, Kecamatan Uepai.

 

Acara hadiri ketua PHDI Provinsi Sultra Prof. Dr. Eng I Nyoman Sudiana, S. Pd, M. Pd, pimpinan OPD Konawe, Kemenag Konawe, Ketua DPRD Konawe Ardin dan umat Hindu Konawe.

 

Dalam sambutannya, Penjabat Bupati Konawe mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan untuk bersama-sama merayakan Melasti.

 

Kata Harmin Ramba acara ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran diri umat Hindu dalam menjaga keberagaman serta keutuhan NKRI.

 

Selain itu, Melasti juga menjadi wadah untuk memperkokoh solidaritas sebagai perekat keberagaman di Kabupaten Konawe.

 

“Upacara Melasti tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga dimaknai sebagai upaya untuk mensucikan diri dan alam semesta, serta sebagai langkah awal menuju konawe yang sejahtera dan berdaya saing. Hal ini sejalan dengan tema upacara Melasti tahun ini yang menekankan pentingnya menjaga keutuhan bumi Konawe, ” kata Harmin Ramba saat sambutan.

 

Selain itu, Pj Bupati juga mengapresiasi kontribusi aktif umat Hindu dalam pembangunan daerah, terutama dalam sektor pertanian yang menjadi kebanggaan Kabupaten Konawe sebagai kota padi.

 

” Semoga di momentum Nyepi tahun ini menjadi langkah dan pijakan untuk mewujudkan cita-cita Konawe sebagai daerah yang sejahtera dan mandiri, serta menjadikan tiga wilayah Konawe sebagai pusat ekonomi andalan Konawe di masa depan,” harap Harmin Ramba.

 

Harmin menambahkan tahun baru Saka 1946, umat Hindu di Kabupaten Konawe juga menjalankan ngembak geni dengan semangat baru, membuka lembaran baru dalam perjalanan kehidupan mereka.

 

” Upacara Melasti initidak hanya menjadi acara keagamaan semata, tetapi juga menjadi cermin semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membangun daerah menuju masa depan yang lebih baik, ” Tutupnya.