Perempuan Bangsa se-Sultra Gelar Pendidikan Kader, Dorong Peran Perempuan di Panggung Politik
KENDARI, TRIASPOLITIKA.ID – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar pendidikan kader yang diikuti pengurus dari 17 kabupaten dan kota, Rabu (30/7).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas kader perempuan agar lebih berperan aktif di panggung politik dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Perempuan Bangsa merupakan salah satu badan otonom Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berfokus pada pemberdayaan dan gerakan politik perempuan. Organisasi ini dipimpin oleh Nihayatul Wafiroh di tingkat nasional, sedangkan di Sultra diketuai oleh Kiki Sriyanti.
Dalam keterangannya, Kiki menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader Perempuan Bangsa menghadapi dinamika politik ke depan.
“Perempuan Bangsa berkomitmen mencetak kader unggul, berintegritas, dan mampu menjadi agen perubahan positif di masyarakat. Pendidikan kader ini diharapkan membuat anggota semakin memahami tugas dan fungsi mereka sebagai bagian dari PKB,” ujar Kiki.
Ia menegaskan kehadiran Perempuan Bangsa tidak hanya sebatas memenuhi aturan kuota 30 persen keterwakilan perempuan, tetapi juga berperan aktif dalam pelayanan sosial dan penguatan basis partai.
“Perempuan Bangsa hadir bukan sekadar angka, tapi menunjukkan kualitas dan kiprah nyata dalam membesarkan PKB yang kita cintai ini,” tambahnya.
Ketua DPW PKB Sultra, Jaelani, yang turut memberikan arahan, mengapresiasi langkah Perempuan Bangsa dalam menginisiasi pendidikan kader ini.
“Perempuan adalah tiang negara. Dengan pendidikan yang memadai, kader Perempuan Bangsa mampu menjadi motor penggerak perjuangan partai dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Sulawesi Tenggara,” kata Jaelani yang juga Anggota Komisi IV DPR RI.
Ia menyebut Perempuan Bangsa tidak hanya berperan dalam kepentingan elektoral partai, tetapi juga menjadi kekuatan pemberdayaan masyarakat dan menjaga stabilitas partai sejak awal berdiri.
Peserta pendidikan kader terlihat antusias mengikuti seluruh sesi kegiatan, mulai dari diskusi, tanya jawab, hingga praktik lapangan. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam memperluas peran perempuan di dunia politik dan pembangunan daerah.
Reporter: Dedi







