Peduli dan Proaktif, Lapas Baubau Cegah HIV/AIDS di Balik Jeruji

waktu baca 2 menit
Peduli dan Proaktif, Lapas Baubau Cegah HIV/AIDS di Balik Jeruji.

BAUBAU, TRIASPOLITIKA. ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Baubau kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan melaksanakan kegiatan pelacakan dan deteksi dini penyakit HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS).

Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Baubau dan melibatkan empat Unit Pelaksana Teknis Puskesmas, yaitu Puskesmas Bataraguru, Puskesmas Wajo, Puskesmas Wolio, dan Puskesmas Bukit Wolio Indah, Rabu (09/07).

Kegiatan deteksi dini ini menyasar warga binaan yang belum melakukan skrining pada Kamis (03/07) tepatnya yang berada di blok atas, sebagai upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan dini terhadap penyebaran penyakit menular di lingkungan tertutup seperti lapas.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh oleh tim kesehatan dengan metode skrining, tes darah, dan wawancara medis, serta tetap menjaga kerahasiaan dan etika profesi.

Kepala Lapas Baubau, Bapak Tubagus M. Chaidir, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi berkelanjutan antara Lapas dan Dinas Kesehatan dalam mewujudkan layanan kesehatan yang komprehensif bagi warga binaan.

“Pemeriksaan kesehatan, termasuk deteksi dini HIV/AIDS dan IMS, merupakan bagian penting dari pembinaan. Kita ingin memastikan bahwa setiap warga binaan mendapatkan hak layanan kesehatan yang layak dan bermartabat,” tegasnya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah preventif dalam mendukung program nasional penanggulangan HIV/AIDS dan IMS, serta mewujudkan lapas yang sehat dan humanis. Dengan keterlibatan aktif berbagai puskesmas, pelaksanaan skrining berjalan lancar, tertib, dan mendapat respon positif dari para warga binaan.

Melalui kegiatan ini, Lapas Baubau berharap dapat terus memperkuat layanan kesehatan berbasis kolaborasi lintas sektor, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, sehat, dan layak huni.

Reporter: Anto