Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka, Torehkan Capaian Gemilang

waktu baca 3 menit
Jelang Penutupan World Expo 2025 Osaka, Paviliun Indonesia Catat Berbagai Capaian

JAPAN, TRIASPOLITIKA.ID – Paviliun Indonesia menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang World Expo 2025 Osaka, Jepang, yang mengusung tema “Thriving in Harmony: Nature, Culture, Future”. Tema ini mencerminkan semangat membangun budaya hidup yang seimbang antara manusia dan alam demi keberlanjutan bumi, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) dan Visi Indonesia Emas 2045.

Paviliun Indonesia tidak hanya menampilkan kekayaan alam dan keberagaman budaya Nusantara, tetapi juga memperkenalkan potensi ekonomi, peluang investasi, serta memperkuat kerja sama internasional di panggung global.

Dalam keterangan resmi yang diterima Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Jakarta, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menjelaskan bahwa keikutsertaan Indonesia di World Expo 2025 bukan sekadar menghadirkan tempat pameran, tetapi menjadi strategi besar dalam meningkatkan citra dan daya saing Indonesia di mata dunia.

“Partisipasi Indonesia di World Expo 2025 Osaka diarahkan untuk memperkuat nation branding, memperluas kerja sama internasional, meningkatkan investasi, serta mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Rachmat Pambudy dalam kegiatan Penutupan Paviliun Indonesia, Minggu (12/10).

Capaian Luar Biasa

Sepanjang penyelenggaraan, Paviliun Indonesia sukses menggelar lebih dari 104 kegiatan business forum dan one-on-one meeting dengan total komitmen investasi mencapai 28,3 miliar dolar AS. Hasil tersebut diperoleh dari 20 nota kesepahaman (MoU), 9 Letter of Intent, 2 Joint Venture Agreement, 1 Joint Statement, dan 11 kesepakatan jual beli paket wisata.

Menjelang penutupan, Paviliun Indonesia juga mencatat lebih dari 3,5 juta pengunjung, melampaui target awal 2,8 juta. Capaian ini tidak lepas dari peran para liaison officer yang selama enam bulan bertugas memperkenalkan keramahan Indonesia kepada dunia.

Ekonomi Kreatif Mendapat Sorotan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengungkapkan rasa bangga atas antusiasme tinggi masyarakat Jepang terhadap Paviliun Indonesia.

“Meski menghadapi berbagai tantangan di awal, kolaborasi erat lintas kementerian berhasil membuahkan hasil yang membanggakan. Produk ekonomi kreatif Indonesia—mulai dari fesyen, kriya, seni pertunjukan, hingga teknologi baru—mendapat sambutan positif dan laris di pasar Jepang,” ujar Riefky.

Gotong Royong dan Kolaborasi

Sepanjang penyelenggaraan, lebih dari 234 kegiatan Paviliun Indonesia terselenggara melalui kolaborasi antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan pelaku usaha nasional. Kegiatan tersebut meliputi Business Forum, Rolling Exhibition, dan Cultural Performance yang menampilkan wajah modern sekaligus berakar budaya Indonesia.

Penyelenggaraan Paviliun Indonesia juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra strategis seperti Astra, Artha Graha Peduli, KAPPI, Barito Pacific Group, Pertamina, Indofood, Royal Golden Eagle, Badan Pengelola Dana Perkebunan, Japfa, Telkomsel, dan Garuda Indonesia.

“Semangat kolaborasi yang terjalin dalam Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka menjadi simbol gotong royong bangsa, sekaligus inspirasi bagi kerja sama lintas negara menuju masa depan yang inklusif dan berkelanjutan,” tambah Rachmat Pambudy.

Raih Penghargaan Internasional

Menutup kiprahnya, Paviliun Indonesia meraih penghargaan perak kategori Exhibition Design untuk Self-built Pavilion dengan luas lahan lebih dari 1.500 meter persegi dari Bureau International des Expositions (BIE).

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas, Vivi Yulaswati, yang juga bertindak sebagai Konsul Jenderal Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka.

Paviliun Indonesia secara resmi akan ditutup pada 13 Oktober 2025, bersamaan dengan berakhirnya penyelenggaraan World Expo 2025 Osaka. Torehan capaian ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mampu tampil sejajar dengan negara-negara maju dalam menghadirkan inovasi, budaya, dan potensi ekonomi yang berdaya saing global.