Patung Oputa Yi Koo Mulai Dibangun, Telan Anggaran Rp 60 Milyar

waktu baca 3 menit
Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi.

BAUBAU, TRIASPOLITIKA.ID – Patung Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau yang dikenal dengan nama Oputa Yi Koo mulai dibangun.

Pembangunan patung pahlawan nasional itu ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, pada Kamis, (22/09/2022).

Patung Oputa Yi Koo dibangun di kawasan Kotamara, Kota Baubau. Sesuai rencana pemerintah, patung Oputa Yi Koo akan dibangun setinggi 23 meter.

Kata Ali Mazi, La Karambau atau Sultan Himayatuddin merupakan pahlawan nasional asal Sultra. Sultan Himayatuddin juga dikenal sebagai sultan buton yang konsisten tidak mengenal kata menyerah saat melakukan perlawanan terhadap hegemoni, agresi, serta nafsu imperialisme kompeni-belanda selama 24 tahun (1752-1776).

“Beliau bergerilya dalam masa yang tidak singkat, meninggalkan kesenangan duniawi, menelusuri lembah dan bebukitan serta melintasi hutan, sebelum akhirnya diyakini wafat di puncak gunung Siontapina pada tahun 1776,” kata Ali Mazi.

Karena jejak perjuangannya banyak dilalui di dalam hutan, sehingga beliau dikenang dengan sebutan Oputa Yi Koo yang berarti raja atau sultan di rimba.

Kata dia, Sultan Himayatuddin Muhammad Saydi resmi dinobatkan sebagai pahlawan nasional melalui surat keputusan presiden (Keppres) RI nomor 120/tk/2019 tanggal 7 November 2019.

Penobatan Himayatuddin sebagai pahlawan nasional kata Ali Mazi melalui kajian akademik yang panjang serta melalui kontestasi yang rumit.

“Kami sebagai salah satu generasi pewaris atau ahli waris Oputa Yi koo didapuk untuk menerima langsung penghargaan tersebut di istana negara,” katanya.

Tidak lama setelah pengukuhan Oputa Yi Koo sebagai pahlawan nasional kata dia, pemerintah provinsi Sultra langsung berinisiatif merencanakan pembangunan patung Oputa Yi Koo.

Kadis Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra Pahri Yamsul

”Allahmdullilah pembangunan patung Oputa Yi Koo mulai kita laksanakan dengan di awali peletakkan batu pertama,” terangnya.

Dijelaskan Ali Mazi, patung Oputa Yi Koo dibangun di atas permukaan laut dengan luas area tugu yaitu 8.897 meter persegi atau 0,89 hektar dengan konsep arsitektur klasik.

Patung Oputa Yi Koo diperkirakan rampung dalam dua tahun kedepan. Total anggaran yang dihabiskan untuk membangun patung tersebut mencapai Rp 60 milar yang diserap dari APBD Provinsi Sultra.

Didalam bangunan dasar dudukan patung Oputa Yi Koo terdapat ruang kantor pengelola bangunan dan museum diorama perjuangan Oputa Yi Koo.

”Selain itu, terdapat area terbuka yang dapat digunakan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan. Sehingga akan menambah ruang publik baru bagi masyarakat sekitar, sekaligus untuk menarik kunjungan wisatawan khususnya di Kota Baubau,” jelasnya.

Kadis Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sultra Pahri Yamsul mengatakan, patung Oputa Yi Koo di desain berdasarkan jejak sejarah Oputa Yi Koo yang merupakan pahlawan nasional asal Sultra.

Kata Pahri, untuk kedalaman pondasi patung Oputa Yi Koo rata-rata 22 meter di atas air. Dibawah patung Oputa Yi Koo bakal dibangun dua lantai setinggi sembilan meter.

Pada lantai pertama berisi museum yang memperlihatkan diorama perjalanan Oputa Yi Koo dari zaman ia berjuang hingga kemerdekaan.

Sedangkan di lantai dua patung nantinya akan di isi oleh pengelola. Sehingga menjadikan destinasi wisata baru di Kota Baubau.

Patung Oputa Yi Koo akan dibangun dengan dua tahap. Tahap pertama bakal menelan anggaran sebesar Rp 17 miliar.

“Harapan kita patung Oputa Yi Koo menjadi icon baru di Kota Baubau,” tandasnya.

Reporter: Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *