PAMA Mulai First Clearing di Blok Pomalaa, Tanda Dimulainya Kolaborasi Strategis dengan Vale
KOLAKA, TRIASPOLITIMA.ID – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) resmi memulai kegiatan first clearing di proyek pertambangan nikel Vale Indonesia di Blok Pomalaa, Sulawesi Tenggara.
Langkah ini menjadi penanda awal kerja sama operasional antara dua entitas besar industri tambang nasional, serta perwujudan komitmen bersama dalam menjalankan praktik pertambangan yang berkelanjutan.
Prosesi simbolis first clearing dilakukan pada Selasa, 10 Juni 2025, dipimpin oleh Project Manager PAMA VIPO, Yoni Nurhidayat, dan Manager Operational Readiness PT Vale Indonesia (PTVI), Andi Nur Taslim, serta dihadiri oleh jajaran manajemen PAMA.
Prosesi simbolis first clearing dilakukan pada Selasa, 10 Juni 2025, dipimpin oleh Project Manager PAMA VIPO, Yoni Nurhidayat, dan Manager Operational Readiness PT Vale Indonesia (PTVI), Andi Nur Taslim, serta dihadiri oleh jajaran manajemen PAMA.
“Dengan kolaborasi yang solid, kami optimistis seluruh operasional pertambangan akan berjalan dengan aman, selamat, dan sesuai target. PAMA berkomitmen bekerja secara profesional dan responsif,” kata Andi Nur Taslim di lokasi acara.
PAMA, anak perusahaan PT United Tractors Tbk dan bagian dari grup Astra International, dikenal sebagai salah satu kontraktor pertambangan terbesar di Indonesia.
Dengan lebih dari tiga dekade pengalaman dalam mengelola tambang batu bara, emas, dan nikel, PAMA membawa pendekatan teknologi dan keberlanjutan ke dalam setiap aspek operasionalnya.
Kerja sama resmi antara PT Vale Indonesia dan PAMA ditandatangani pada 28 Mei 2025, mencakup layanan pengupasan lapisan tanah (overburden removal), penambangan dan pengangkutan bijih nikel, hingga pembangunan infrastruktur pertambangan di Blok Pomalaa. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat pengembangan industri baterai kendaraan listrik nasional, sekaligus bagian dari rencana strategis menuju transisi energi Indonesia.

Sebagai pemegang standar tertinggi dalam praktik good mining practices, Vale menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara konsisten dalam seluruh proyeknya. Komitmen perusahaan untuk mencapai Net Zero Emission pada 2050, serta target pengurangan emisi karbon sebesar 33 persen pada 2030, telah menjadi acuan operasional bagi mitra-mitranya.
“Rekam jejak Vale dalam praktik pertambangan hijau dan rehabilitasi lahan menjadi tolok ukur baru bagi semua kontraktor, termasuk PAMA,” ujar Yoni Nurhidayat.
Hingga saat ini, PT Vale telah mereklamasi lebih dari 3.700 hektare lahan bekas tambang dan menanam sekitar 4 juta pohon sebagai bagian dari strategi keberlanjutan jangka panjang.
Dengan pendekatan berbasis kolaborasi dan ekologi, perusahaan memastikan seluruh kegiatan pertambangan sejalan dengan tata kelola lingkungan yang ketat.
First clearing di Blok Pomalaa tak sekadar awal pekerjaan fisik, tetapi juga penegasan arah industri tambang Indonesia ke depan: efisien, beretika, dan selaras dengan visi pembangunan berkelanjutan.
Reporter: A. Jamal







