Orang Tua Balita di Muna Barat Protes Kualitas MBG, SPPG Napano Kusambi Diminta Evaluasi
MUBAR, TRIASPOLITIKA.ID – Seorang warga Desa Lahaji, Kecamatan Napano Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Yuliana, memprotes kualitas Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima balitanya berusia 2 tahun.
Menu yang diantar ke rumahnya pada Senin, 9 Februari 2026, dinilai tidak memenuhi standar karena potongan ayam yang diberikan didominasi tulang dengan sedikit daging.
Menu MBG yang diterima saat itu terdiri atas nasi, ayam goreng kecap, sayur pepaya campur kacang panjang, tahu, dan sepotong semangka. Namun, Yuliana mempertanyakan kualitas lauk utama berupa ayam.
Keluhan itu ia sampaikan melalui video yang diunggah ke media sosial Facebook. Unggahan tersebut memicu perhatian warganet dan mendapat ratusan respons, dengan lebih dari 160 tanda suka, 170-an komentar, serta puluhan kali dibagikan.
Dalam video tersebut, Yuliana memperlihatkan potongan ayam yang menurutnya tidak layak.
“Ini ayamnya sisa kah? MBG ini dikasi tulangnya. Di mana isinya ini ayam? Kenapa hanya dikasi tulang saja?” ucapnya dalam rekaman tersebut.
Sejumlah warganet turut menanggapi unggahan itu. Sebagian mempertanyakan pengawasan dan kualitas bahan makanan yang diberikan kepada anak-anak penerima manfaat program.
Yuliana mengatakan, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Namun sebelumnya ia memilih tidak mempermasalahkannya.
“Bukan hanya kali ini. Waktu itu juga pernah terjadi, tapi saya tidak komplain,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Rabu, 11 Februari 2026.
Ia mengaku sempat didatangi petugas MBG setelah menyampaikan protes. Petugas tersebut, kata dia, kembali mengantar menu serupa dan menyarankan agar tidak langsung mengunggah keluhan ke media sosial jika ada masalah dengan menu yang diterima.
Selain kualitas lauk, Yuliana sebelumnya juga menyoroti mekanisme pembagian MBG yang sempat dilakukan di balai desa.
Menurut dia, dengan adanya anggaran operasional, seharusnya makanan diantar langsung ke rumah penerima. “Sekarang sudah diantarkan ke rumah,” katanya.
Ia berharap manajemen SPPG Napano Kusambi memperbaiki sistem pengawasan dan penyortiran menu sebelum dibagikan kepada penerima manfaat.
Menurut dia, program MBG merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat untuk pemenuhan gizi anak, sehingga pelaksanaannya harus sesuai standar.
Sejumlah orang tua sebelumnya juga mengeluhkan kualitas menu MBG, seperti buah yang dinilai kurang layak konsumsi.
Keluhan-keluhan tersebut menambah sorotan terhadap pelaksanaan program di wilayah itu.
Dikonfirmasi terpisah, Koordinator SPPG Napano Kusambi, Salim, mengatakan pihaknya telah melakukan klarifikasi kepada orang tua yang menyampaikan komplain.
“Kami sudah konfirmasi dengan yang bersangkutan,” ujarnya singkat, Rabu, 11 Februari 2026.
Ia tidak menjelaskan lebih lanjut terkait evaluasi kualitas menu maupun langkah perbaikan ke depan.
- Reporter: Farid







