Nilai Punya Potensi, Investor Siap Dirikan Pabrik Tepung Tapioka di Tanah Mubar

waktu baca 3 menit
Pihak PT. Espay, Dodon Trikoeswardana (istimewa)

MUBAR, TRIASPOLITIKA.ID – Lahan pertanian Kabupaten Muna Barat (Mubar) kembali menarik perhatian inverstor. Kali ini giliran investor bernama Dodon Trikoeswardana ambil bagian menjajaki daerah itu dalam rangka mengolah peluang pertanian.

Melihat ketersedian tepung tapioka yang tidak memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia, pihak Dodon Trikoeswardana berusaha memenuhi itu dengan menjajaki sejumlah daerah yang memiliki potensi di sektor pertanian dengan membangun pabrik tapioka di daerah tersebut. Dan kini Mubar menjadi salah satu daftar perhatian perusahaan tersebut.

Dodon Trikoeswardana mengaku melihat potensi potensi yang dimiliki Mubar saat ini, dimana terdapat banyak lahan yang terbentang luas yang hingga kini belum dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat setempat. Maka menurutnya daerah tersebut sangat cocok digunakan sebagai salah satu daerah penghasil tepung tapioka.

“daerah Mubar ini setau kami potensi pertaniannya besar. Kenapa demikian, karena ini berdasarkan data yang telah dilakukan oleh guru besar Ilmu Tanah di salah satu universitas di Kendari. Ia melihat ketersedian lahan tidur telah menganggur didaerah ini,” ungkap Dodon usai sosialisasi dengan Kelompok tani Mubar yang digelar di Desa Wapae Jaya, Kecamatan Tiworo Tengah, Sabtu (17/9/2022) malam.

Dodon juga menyebut, alasan lain yang menambah keyakinan perusahaan tersebut adalah adanya dukungan penuh dari Pemerintah Daerah saat ini yang memiliki keinginan yang sama membangun daerah itu disektor pertanian yang nantinya dapat berdampak pada peningkatan perekonomian daerah. “Jujur, kami juga sangat mengapresiasi terkait respon dan antusias pak Bupati terhadap Pembangaunan daerah khususnya sektor pertanian,” imbuhnya.

Dalam wacana awal kerja sama, pihak Dodon Trikoeswardana berencana akan segera membangun pabrik tepung tapioka yang bernama PT. Mubar Agro Sejahtera dengan kapasitas 25 ton perharinya dengan estimasi lahan sekitar kurang lebih 1250 hektar.

“Dalam tahapan kerja sama ini, kami dan Pemda Mubar serta kelompok tani telah menyepakati beberapa hal, yakni metode transaksi dan persoalan kepemilikan lahan. Untuk metode transaksi, pihak perusahaan tidak berhungan langsung dengan para petani namun akan melaui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Jadi kami nanti tidak berhadapan langsung dengan pihak petani tapi kami melalui perantara BUMD,” paparnya.

Terkait dengan kepemilikan lahan, pihak perusahaan tidak akan mengambil alih kepemilikan lahan. Namun para petani menggunakan lahan sendiri untuk menanam yang nantinya hasil dari para petani akan dibeli oleh pihak perusahaan.

“Jadi jangan salah kami datang tidak bermaksud mengambil alih tanah masyarakat tapi ingin memproduksi dari hasil mereka.” Tandasnya.

Sementara itu, Pj Bupati Muna Barat, Bahri, sangat mendukung kehadiran investor didaerah itu. menurutnya dengan adanya perusahaan yang masuk didaerah itu dapat meningkatkan perekonomian dan banyak melahirkan usaha-usaha baru. Untuk itu, pemerintah daerah berharap kepada para petani dapat menerima kedatangan perusahaan ini didaerah itu.

“Dengan hadirnya investasi pabrik tepung di daerah ini, otomatis lapangan kerja akan terbuka, roda perekonomian pun akan meningkat, maka kesejahteraan masyarakat bisa terwujud,” ungkapnya.

“Bukan hanya lapangan pekerjaan yang tersedia tapi juga ini berdampak pada munculnya usaha-usaha baru disekitar perusahaan ketika pabrik itu telah dibangun,” tambahnya.

Saat ini Dinas pertanian setempat saat ini bakal melakukan pendataan Calon Petani Calon Lahan (CPCL).

“Di Mubar kan ada 448 kelompok tani, jadi
Kita akan cek dan data dulu untuk 1250 hektar itu, berapa luas lahan yang siap,” terang Nestor.

Reporter : Dedi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!